Pekanbaru

1.778 Anak Terdata, Pemko Pekanbaru Genjot Program Nol Putus Sekolah

×

1.778 Anak Terdata, Pemko Pekanbaru Genjot Program Nol Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
1.778 Anak Terdata, Pemko Pekanbaru Genjot Program Nol Putus Sekolah
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.(ist)

INGATLAH.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus mengintensifkan program zero anak putus sekolah dengan membuka layanan pengaduan dan pendataan secara berkelanjutan.

Masyarakat yang mengetahui adanya anak putus sekolah kini bisa langsung melapor, baik ke kantor Disdik maupun ke sekolah terdekat untuk segera ditindaklanjuti.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pekanbaru, Syafrian Tommy, menegaskan bahwa program ini berjalan tanpa henti dan terbuka bagi seluruh warga.

“Program nol anak putus sekolah terus kami jalankan. Kami juga membuka posko layanan agar masyarakat bisa melapor. Nanti akan kami arahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Baca Juga  Pekanbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, Begini Pesan Wako Agung Nugroho

Ia menjelaskan, pendataan dan penanganan dilakukan secara terus-menerus tanpa menunggu periode tertentu.

Pemko Pekanbaru tidak hanya fokus mengembalikan anak ke pendidikan formal, tetapi juga menyediakan jalur alternatif.

“Bagi yang sudah melewati usia sekolah formal, kami siapkan pendidikan nonformal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” jelasnya.

Selain itu, Disdik juga mendorong peningkatan keterampilan melalui berbagai lembaga kursus dan pelatihan.

Upaya ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat menunjang masa depan mereka.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, terdapat 1.778 anak putus sekolah yang teridentifikasi melalui pemetaan bersama berbagai pihak, termasuk posyandu.

Baca Juga  TRC 112 Pekanbaru Siaga 24 Jam, Target Respons Kebakaran di Bawah 7 Menit

Dari jumlah tersebut, sebagian telah kembali ke sekolah formal, sementara lainnya mengikuti pendidikan nonformal.

“Ada juga kendala seperti ijazah yang tertahan. Itu kami bantu selesaikan. Berbagai persoalan ini menjadi bahan evaluasi untuk kebijakan pendidikan ke depan,” tambah Tommy.

Untuk tahun 2026, proses pendataan masih berlangsung dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Pemko Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Pendataan masih terus berjalan. Yang pasti, kami berupaya agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah,” pungkasnya.