PEKANBARU – Laga lanjutan Pegadaian Championship Liga 2 musim 2025/2026 antara PSPS Pekanbaru kontra Sumsel United di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (26/4/2026) malam, berlangsung sengit sejak menit awal.
Babak pertama ditutup dengan skor imbang tanpa gol setelah kedua tim sama-sama gagal memaksimalkan beragam peluang.
Penampilan gemilang kedua penjaga gawang menjadi sorotan utama sepanjang 45 menit pertama.
Pantauan Ingatlah.com, kiper PSPS Muhammad Darmawan maupun penjaga gawang Sumsel United Dicky Agung Setiawan tampil disiplin di bawah mistar dan beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang menggagalkan peluang emas lawan.
Namun, diakhir babak kedia Dicky Agung terpaksa diganti dan tampak ditandu keluar lapangan usai berhasil menyelesaikan kemelut di depan gawangnya.
Meski berstatus laga tanpa beban karena kedua tim sudah memastikan bertahan di Liga 2 musim depan, tensi pertandingan tetap tinggi.
Gengsi sebagai wakil Sumatera membuat duel berlangsung terbuka dan penuh determinasi.
- Adu Taktik Pelatih Berpengalaman
Pertandingan ini juga menjadi panggung adu strategi dua pelatih sarat pengalaman, Aji Santoso di kubu PSPS Pekanbaru dan Nilmaizar bersama Sumsel United.
Aji Santoso tetap menargetkan kemenangan pada laga kandang terakhir musim ini.
Ia melakukan sejumlah rotasi pemain guna menjaga ritme permainan sekaligus memberi kesempatan bagi pemain yang minim menit bermain.
PSPS tampil menekan melalui kombinasi lini tengah yang dikomandoi kapten Douglas Nonato Olivera.
Permainan cepat tuan rumah beberapa kali merepotkan pertahanan Sumsel United, terutama lewat pergerakan Achmad Riyadi dan Viery Donny Ariyanto.
Di sisi lain, Nilmaizar membawa misi kebangkitan bagi timnya. Setelah empat pertandingan tanpa kemenangan, Sumsel United mencoba tampil lebih agresif dengan mengandalkan serangan balik cepat.
- Duel Kapten Warnai Laga
Pertemuan dua kapten tim turut menjadi daya tarik tersendiri. Douglas Nonato Olivera berperan menjaga keseimbangan permainan PSPS, sementara Rachmad Hidayat memimpin Sumsel United bermain disiplin dan berani keluar menyerang.
Kedua pemain sama-sama menunjukkan kepemimpinan kuat, membuat alur pertandingan berlangsung seimbang sepanjang babak pertama.
- Ujian Lini Depan
PSPS mencoba membongkar pertahanan lawan melalui kombinasi Antonio Augusto Gamaroni dan Achmad Riyadi, namun penyelesaian akhir belum maksimal.
Sebaliknya, Sumsel United juga memperoleh beberapa peluang lewat Mohammad Syahril Afrizal, Nathan Fariel, hingga M Kamaludin.
Namun rapatnya lini belakang tuan rumah serta performa impresif Muhammad Darmawan membuat skor tetap kacamata hingga turun minum.
Babak kedua diprediksi berlangsung lebih terbuka, mengingat kedua tim sama-sama mengincar kemenangan demi menutup musim dengan hasil positif sekaligus menjaga gengsi di hadapan pendukung masing-masing.





