KAMPAR – Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus menggulirkan program bantuan pangan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di Kabupaten Kampar, Riau, penyaluran bantuan mulai dilakukan di Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara, Senin (20/4/2026).
Distribusi bantuan dilaksanakan oleh Perum Bulog dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Misharti, kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Sawah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Dinas Ketahanan Pangan, aparat kecamatan, pemerintah desa, serta perwakilan Bulog.
Dalam sambutannya, Misharti menegaskan bahwa bantuan pangan bukan sekadar program bantuan sosial, tetapi bagian dari strategi nasional untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika ekonomi masyarakat.
“Program ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar. Selain meringankan beban warga, langkah ini juga menjaga stabilitas pangan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif mendukung keberhasilan program tersebut. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan solidaritas dan kebersamaan hingga tingkat desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kampar, Yuli Usman, menjelaskan bahwa bantuan dari Bapanas merupakan stimulus ekonomi bagi keluarga prasejahtera. Bantuan yang disalurkan berupa beras dan minyak goreng untuk membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sepanjang tahun dengan sistem verifikasi berbasis data kependudukan agar bantuan tepat sasaran. Untuk tahap awal, bantuan mencakup alokasi Februari dan Maret, masing-masing berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan bagi setiap keluarga penerima.
Khusus di Desa Sawah, sebanyak 401 kepala keluarga tercatat menerima bantuan tersebut. Secara keseluruhan, program bantuan pangan ini akan menjangkau desa-desa di 21 kecamatan se-Kabupaten Kampar sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.





