MERANTI – Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, Tim SAR akhirnya menghentikan sementara operasi pencarian terhadap penumpang MV Dumai Line 1 yang dilaporkan melompat ke laut di perairan Kepulauan Meranti, Riau.
Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie, menyampaikan bahwa keputusan penghentian diambil setelah upaya maksimal dilakukan hingga hari ketujuh, Kamis (16/4/2026).
“Kami sudah memperluas wilayah pencarian dengan mengikuti arah angin dan arus laut. Namun korban belum ditemukan. Sesuai prosedur, operasi dihentikan sementara. Jika ada tanda-tanda keberadaan korban, pencarian akan dibuka kembali,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Selama proses pencarian, tim SAR bersama TNI, Polri, nelayan, dan masyarakat setempat telah menyisir sejumlah titik, termasuk pesisir Pulau Rangsang dan Tebingtinggi serta area sekitar lokasi korban dilaporkan jatuh.
“Kami sudah berupaya maksimal selama tujuh hari, termasuk melibatkan berbagai unsur. Namun hasilnya masih nihil,” tambahnya.
Sebelum operasi ditutup, tim SAR juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban karena belum berhasil menemukan keberadaan korban. Pihak keluarga diimbau segera berkoordinasi jika menemukan petunjuk baru.
Diketahui, korban bernama Nasri (32), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebingtinggi Timur. Ia dilaporkan melompat dari kapal pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di perairan depan Desa Repan, Kecamatan Rangsang.
Peristiwa bermula saat korban bersama ayahnya pulang dari berobat di RS Siak. Keduanya menaiki kapal dari Pelabuhan Tanjung Buton dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Samak.
Namun di tengah perjalanan, korban tiba-tiba berjalan ke arah buritan kapal sebelum akhirnya melompat ke laut. Pihak kru kapal sempat melakukan pencarian awal dengan memutar di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil.
Pencarian kemudian dilanjutkan oleh agen kapal dan warga setempat menggunakan pompong. Sementara kapal tetap melanjutkan pelayaran menuju tujuan berikutnya.
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pencarian intensif hingga tujuh hari, sebelum akhirnya operasi dihentikan sementara.
Hingga kini, keberadaan korban masih belum diketahui. Tim SAR memastikan akan kembali membuka operasi jika ditemukan tanda-tanda baru terkait keberadaan korban.





