RiauPelalawan

Doa Bersama Tandai Pembangunan Jembatan Strategis Penghubung Pangkalan Terap–Kuala Panduk

×

Doa Bersama Tandai Pembangunan Jembatan Strategis Penghubung Pangkalan Terap–Kuala Panduk

Sebarkan artikel ini

PELALAWAN – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, resmi dimulai dengan doa bersama yang digelar pada Jumat (17/4/2026) siang.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB itu dilaksanakan langsung di lokasi pembangunan, tepatnya di RT 06/RW 03 Dusun III. Doa bersama tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan lanjutan proyek infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat setempat.

Sejumlah unsur pimpinan wilayah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolsek Teluk Meranti Ipda Vicki Rizky, Camat Teluk Meranti Raja Eka Putra, Plt Kepala Desa Pangkalan Terap Wahyu Indah Astuti, Kepala Dusun III Afrido, tokoh masyarakat Ruslan, serta warga dan personel Polsek Teluk Meranti.

Baca Juga  Danpas Brimob I Kunjungi Mako Brimob Polda Riau, Ini Pesan Tegasnya

Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Desa Pangkalan Terap dan Desa Kuala Panduk. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Teluk Meranti.

Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki Rizky, mengatakan doa bersama ini menjadi bentuk harapan agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui doa bersama ini, kita berharap pembangunan jembatan dapat berjalan tanpa hambatan dan menjadi sarana yang membawa kemajuan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  133 Personel dan Mitra Terima Penghargaan Kapolda Riau, Ini Daftar Prestasi yang Diapresiasi

Di sisi lain, proses pembangunan tidak lepas dari sejumlah tantangan, terutama dalam distribusi material. Lokasi proyek yang berada di wilayah perairan mengharuskan material diangkut melalui jalur Sungai Kampar menggunakan transportasi air.

Material besi dikirim dari dermaga Desa Kuala Panduk menuju dermaga Desa Pangkalan Terap dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Metode ini dinilai sebagai solusi efektif untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bangunan ke lokasi proyek.

Kegiatan doa bersama berlangsung khidmat dan lancar, serta disambut antusias oleh masyarakat. Warga berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.