Berita

Honda Hayati Bagikan Tips Aman Berkendara di Sekitar Kendaraan Besar

×

Honda Hayati Bagikan Tips Aman Berkendara di Sekitar Kendaraan Besar

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Interaksi antara sepeda motor dengan kendaraan besar seperti truk dan bus di jalan raya memerlukan tingkat kewaspadaan yang tinggi.

Dimensi kendaraan yang besar sering kali membatasi pandangan pengemudi, sehingga memicu risiko kecelakaan jika tidak diantisipasi dengan perilaku berkendara yang benar.

Menyikapi hal tersebut, PT Hayati Pratama Mandiri selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda Sumatera Barat menggelar edukasi safety riding.

Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga jarak aman dan memahami risiko saat berada di sekitar kendaraan besar.

Memahami Bahaya Titik Buta (Blind Spot)

Instruktur safety riding, Benarivo De Frize, menekankan bahwa salah satu penyebab utama kecelakaan adalah kurangnya pemahaman pengendara motor terhadap area blind spot atau titik buta kendaraan besar.

Baca Juga  Mahyeldi-Vasko Resmi Mendaftar ke KPU Sumbar

Titik buta merupakan area di sekeliling bus atau truk yang tidak dapat dipantau oleh pengemudinya melalui spion.

“Kalau berada di titik buta, pengendara bisa tidak terlihat. Ini yang sering jadi penyebab kecelakaan,” jelas Benarivo dalam sesi edukasinya.

Tips Aman Berkendara di Dekat Truk dan Bus

Sebagai bagian dari kampanye keselamatan, Honda Hayati membagikan lima poin utama yang harus diperhatikan oleh para pengendara sepeda motor:

  1. Hindari Area Blind Spot: Pastikan Anda tidak berada di posisi yang tidak terlihat oleh pengemudi kendaraan besar.
  2. Jaga Jarak Aman: Berikan ruang yang cukup, baik saat berada di depan maupun di belakang bus atau truk.
  3. Menyalip dengan Benar: Selalu mendahului dari sisi kanan dengan memastikan jarak yang cukup dan kondisi yang benar-benar aman.
  4. Pantau Isyarat Kendaraan: Perhatikan dengan saksama lampu sein atau pergerakan tiba-tiba dari kendaraan besar tersebut.
  5. Jangan Terlalu Dekat: Hindari menempel pada kendaraan besar, terutama saat mereka sedang berhenti atau akan berbelok.
Baca Juga  Operasi Narkotika di Pasbar, 30 Kg Ganja dan 23 Gram Sabu Disita

Membangun Budaya Keselamatan di Jalan

Melalui edukasi ini, diharapkan para pengguna jalan di Sumatera Barat dapat lebih jeli dalam memetakan risiko saat berada di jalur yang sama dengan kendaraan besar.

Kewaspadaan yang meningkat diyakini mampu menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

“Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami risiko berkendara di sekitar kendaraan besar serta meningkatkan kewaspadaan di jalan. Dengan perilaku berkendara yang lebih hati-hati, keselamatan dapat lebih terjaga dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” tutup Benarivo. (*)