Pekanbaru

Sindikat Sabu 5 Kg Digagalkan di Bandara Pekanbaru, Empat Kurir Ditangkap

×

Sindikat Sabu 5 Kg Digagalkan di Bandara Pekanbaru, Empat Kurir Ditangkap

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar berhasil digagalkan aparat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Dalam dua hari berturut-turut, 9–10 April 2026, petugas mengamankan hampir 5 kilogram sabu dari empat pelaku berbeda.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil koordinasi antara Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan petugas Aviation Security (Avsec) bandara yang terlebih dahulu menemukan barang mencurigakan milik sejumlah penumpang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Putu Yudha Prawira, menjelaskan bahwa temuan awal berasal dari kecurigaan petugas Avsec saat pemeriksaan di bandara.

“Petugas Avsec menemukan penumpang yang membawa barang diduga sabu, kemudian berkoordinasi dengan tim kami untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Tiga Penangkapan dalam Dua Hari

Penangkapan pertama terjadi pada Kamis (9/4), ketika petugas mengamankan seorang pria berinisial MJ (24), warga Bireuen, Aceh, dengan barang bukti delapan bungkus sabu seberat sekitar 2.014 gram.

Baca Juga  Diduga Terkait Persaingan Narkoba, Pria di Pangeran Hidayat Pekanbaru Tewas Ditusuk

Masih di hari yang sama, dua pelaku lainnya, WHM (31) dan RS (26), warga Sumatera Barat, turut diamankan dengan 10 bungkus sabu seberat sekitar 2.038 gram.

Selanjutnya, pada Jumat (10/4), petugas kembali menggagalkan upaya penyelundupan oleh pelaku BY (31), warga Aceh Utara, dengan barang bukti lima bungkus sabu seberat sekitar 980 gram.

Tujuan Lombok, Imbalan Puluhan Juta

Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku mengaku diperintahkan oleh pihak berbeda untuk mengantarkan sabu tersebut ke Lombok.

MJ mengaku mendapat perintah dari seseorang yang dipanggil “Abang”, sementara WHM dan RS dari sosok berinisial “O”. Adapun BY mengaku diperintah oleh seseorang berinisial “R”.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas di Pekanbaru Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat

Para kurir dijanjikan upah besar. WHM bahkan mengaku telah beberapa kali menjadi kurir dengan bayaran sekitar Rp50 juta per kilogram. Sementara BY dijanjikan imbalan serupa dan telah menerima uang jalan sekitar Rp10 juta.

Modus yang digunakan juga beragam, mulai dari menyimpan sabu dalam koper hingga memecah paket agar tidak terdeteksi saat pemeriksaan.

Jaringan Masih Dikembangkan

Saat ini, seluruh pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan besar di balik peredaran narkotika tersebut.

“Kami terus melakukan pendalaman untuk mengungkap siapa saja yang terlibat sebagai pengendali,” tegas Kombes Putu.

Pengungkapan ini menjadi bukti kesigapan aparat dalamu mencegah peredaran narkoba lintas daerah melalui jalur udara, sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan narkotika di wilayah Riau.