Pekanbaru

Langkah Besar! Sampah di Pekanbaru Akan Diolah Jadi Listrik

×

Langkah Besar! Sampah di Pekanbaru Akan Diolah Jadi Listrik

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru resmi mengambil langkah besar dalam mengatasi persoalan sampah dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya.

Penandatanganan kerja sama strategis ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, pada Senin (6/4/2026) di Jakarta.

Kegiatan tersebut turut disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, serta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Kerja sama ini juga melibatkan sejumlah kepala daerah di Riau, di antaranya Bupati Siak dan Bupati Kampar, sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu di wilayah aglomerasi.

Baca Juga  Sidang Perdana Abdul Wahid Digelar di PN Pekanbaru, Terdakwa Soroti Dakwaan KPK

Dalam keterangannya, Agung Nugroho menegaskan bahwa proyek ini menjadi titik awal transformasi besar dalam pengelolaan sampah di Pekanbaru.

Ia ingin mengubah cara pandang masyarakat, dari yang sebelumnya melihat sampah sebagai beban, menjadi sumber energi yang bernilai.

“Kerja sama ini adalah langkah besar untuk mentransformasi persoalan sampah menjadi energi baru yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, dengan penerapan teknologi yang tepat, sampah memiliki potensi ekonomi sekaligus dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kemandirian energi daerah.

“Ke depan, sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang bisa memberikan manfaat balik bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  Dua Waste Station Resmi Beroperasi di Pekanbaru, Sampah Kini Bisa Ditukar Jadi Uang

Proyek ini akan diwujudkan melalui pembangunan fasilitas PSEL atau waste to energy (WtE) Pekanbaru Raya yang direncanakan berlokasi di Kabupaten Kampar.

Fasilitas tersebut nantinya akan mengolah sampah dari beberapa daerah dalam kawasan aglomerasi, termasuk Pekanbaru, Siak, dan Kampar.

Agung juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam merealisasikan proyek ini.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan kota yang bersih, modern, dan mandiri energi.

“Sinergi ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk menghadirkan Pekanbaru yang lebih bersih, modern, dan mandiri energi,” tutupnya.