INGATLAH.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mencatat terjadi inflasi pada Februari 2026. Kenaikan ini dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya meningkatnya harga emas perhiasan serta perubahan kebijakan tarif listrik dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan salah satu penyebab inflasi adalah perbedaan kebijakan tarif listrik antara 2025 dan 2026.
Hal itu disampaikan Ingot saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau di Balai Serindit Gedung Daerah, Rabu (11/3/2026).
“Selain kenaikan harga emas perhiasan, perbedaan kebijakan tarif listrik juga memengaruhi inflasi di Kota Pekanbaru,” kata Ingot.
Ia menjelaskan, pada Februari 2025 pemerintah sempat memberikan potongan tarif listrik sebesar 50 persen. Sementara pada Februari 2026 tarif listrik kembali diberlakukan normal sehingga berdampak pada tingkat inflasi di daerah.
Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas juga turut menyumbang inflasi pada bulan tersebut.
Meski begitu, Pemko Pekanbaru mulai melihat adanya tren penurunan harga beberapa komoditas pangan pada awal Maret 2026.
“Berdasarkan hasil pemantauan kami di tujuh pasar, harga sejumlah bahan pokok mulai mengalami penurunan,” ujarnya.
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan adalah cabai merah asal Bukittinggi.
Pada Januari lalu, harga rata-rata cabai merah tercatat sekitar Rp52.050 per kilogram. Kemudian pada Februari naik menjadi sekitar Rp58.865 per kilogram.
Namun pada dua pekan pertama Maret, harga cabai merah kembali turun menjadi rata-rata Rp49.314 per kilogram.
“Artinya harga pada Maret ini sebenarnya sudah berada di bawah harga Januari,” jelas Ingot.
Pemko Pekanbaru berharap tren penurunan harga tersebut dapat terus berlanjut. Untuk menjaga stabilitas harga, pengawasan pasar terus dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan dari Polresta Pekanbaru.
Langkah ini dilakukan guna mencegah pelanggaran maupun kecurangan dalam distribusi komoditas.
“Apabila kondisi tetap stabil tanpa perubahan signifikan, kami optimistis tingkat inflasi pada Maret ini dapat menurun dan menjadi lebih terkendali,” katanya.
Meski demikian, secara tahunan atau year on year, tingkat inflasi Kota Pekanbaru masih tergolong tinggi, yakni mencapai 5,21 persen. Pemko pun terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.





