INGATLAH.COM – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kepolisian Daerah Riau atas keberhasilan mengungkap kasus perburuan Gajah Sumatera di Kabupaten Pelalawan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Raja Juli dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026).
Ia menilai pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam melindungi satwa dilindungi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.
Sejumlah pejabat kepolisian menerima penghargaan, yakni Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Wahyu, Dirkrimum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua, serta Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara.
“Atas nama Kementerian Kehutanan, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Memang ini hanya secarik kertas, tetapi dedikasi, kerja keras, kerja ikhlas, serta kerja tuntas dari jajaran Polda Riau jauh lebih bernilai daripada apa pun,” ujar Raja Juli.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri dan Herry Heryawan selaku Kapolda Riau atas kepemimpinan yang dinilainya semakin memperkuat profesionalisme Polri.
“Saya merasakan betul bahwa kepolisian di bawah kepemimpinan Pak Sigit semakin profesional, semakin hadir melindungi dan melayani masyarakat. Di Riau, kepemimpinan itu diimplementasikan dengan sangat baik sehingga kasus yang sempat dipandang pesimistis ini dapat diungkap secara tuntas,” tegasnya.
Dalam pengembangan kasus tersebut, Polda Riau telah mengamankan 15 orang tersangka di sejumlah wilayah. Selain itu, tiga orang lainnya telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa kematian seekor gajah Sumatera bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan tragedi ekologis yang berdampak luas.
Ia menambahkan, gajah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan hutan dan keseimbangan alam. Hilangnya satu individu dapat memicu gangguan terhadap sistem ekologis yang lebih luas.
“Kematian gajah ini bukan hanya persoalan hukum. Ini adalah luka bagi kita semua. Gajah merupakan penjaga keseimbangan ekosistem. Ketika satu ekor dibunuh demi keuntungan sesaat, maka yang rusak bukan hanya satu individu, melainkan mata rantai kehidupan itu sendiri,” ungkap Herry.





