INGATLAH – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa fungsi masjid harus dikembalikan sebagai pusat peradaban, terutama dalam pembinaan akhlak dan moral generasi muda.
Hal ini disampaikannya saat mengunjungi Masjid Al Muhajirin di Perumahan Nuansa Indah III, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (15/1/2026) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Muhidi menyerahkan bantuan hibah pembangunan senilai Rp50 juta yang diterima langsung oleh Ketua Pengurus Masjid Al Muhajirin, Feriza Putra.
Bantuan yang telah dianggarkan pada tahun 2025 ini merupakan wujud nyata komitmen Ketua DPRD Sumbar dalam mendukung infrastruktur religi di Sumatera Barat.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan jamaah. Insyaallah akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kelanjutan pembangunan masjid yang masih membutuhkan dukungan pendanaan,” ujar Feriza Putra.
Masjid Sebagai Benteng Moral di Era Modern
Selain menyerahkan bantuan, Muhidi memberikan tausiah dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.
Ia mengimbau para orang tua untuk menjadikan masjid sebagai rumah kedua bagi anak-anak, tidak hanya untuk salat tetapi juga sebagai tempat menimba ilmu agama sejak dini.
“Masjid harus kita hidupkan. Orang tua perlu mengajak anak-anak datang ke masjid, belajar Al-Qur’an, dan membangun akhlak mereka sejak kecil,” tegas Muhidi.
Ia menilai, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan mulia secara spiritual.
Suasana menjadi hangat saat Muhidi berinteraksi langsung dengan murid-murid TPA. Ia menguji hafalan ayat-ayat pendek, Rukun Iman, serta Rukun Islam para santri untuk memotivasi semangat belajar mereka.
Menurut Muhidi, keberhasilan mencetak generasi muda yang berilmu dari rahim masjid adalah investasi jangka panjang yang paling berharga bagi masa depan Sumatera Barat. (*)





