INGATLAH.COM – Kecelakaan maut bus PMH dan truk colt diesel di Jalan Lintas Timur KM 122+900, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Riau, masih meninggalkan teka-teki mendalam.
Diketahui hingga saat supir bus PMH dengan nomor polisi BK 7552 LD masih melarikan diri hingga saat ini dan masih dalam pengejaran polisi.
Hal itu dibenarkan Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit, ia menjelaskan bahwa saat kecelakaan terjadi, bus dikemudikan oleh sopir kedua.
“Saat kejadian, yang mengemudikan bus adalah sopir dua, bukan sopir satu. Sopir dua inilah yang melarikan diri setelah kecelakaan,” ujar AKP Tatit.
Sementara itu, sopir pertama bernama Charles Bronson Siahaan telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia juga dimintai keterangan terkait identitas dan keberadaan sopir kedua yang melarikan diri.
“Sopir satu atas nama Charles Bronson Siahaan sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, sekaligus membantu proses pengejaran terhadap sopir dua yang kabur,” tambahnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sementara, kecelakaan diduga kuat terjadi akibat kelalaian pengemudi bus saat mengambil jalur terlalu ke kanan ketika hendak mendahului kendaraan lain di kondisi jalan yang menurun dan menanjak.
Insiden tragis tersebut mengakibatkan empat penumpang bus meninggal dunia di tempat kejadian.
Peristiwa itu terjadi saat bus PMH yang mengangkut 14 penumpang melaju di jalur turunan dan tanjakan.
Berdasarkan keterangan kepolisian, bus diduga hendak mendahului kendaraan di depannya. Namun, saat manuver dilakukan, posisi kendaraan melebar terlalu jauh ke sisi kanan jalan hingga akhirnya bertabrakan dengan truk colt diesel dari arah berlawanan.
Akibat benturan keras tersebut, empat penumpang bus tewas dalam kondisi terjepit di dalam kendaraan. Keempat korban masing-masing bernama Yantono (43), Mila Rani Pangaribuan (22), Pardomuan Banjar Nahor (56), dan Martinus Sitohang (46).
AKP Tatit mengimbau seluruh pengemudi, khususnya angkutan umum, agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
“Kami mengimbau para pengemudi, terutama bus dan angkutan umum, untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Jangan terburu-buru, tetap fokus, perhatikan marka jalan, dan utamakan keselamatan daripada kecepatan,” tegasnya.





