INGATLAH – Dewa United Banten FC tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati kemenangan atas Persita.
Tim berjuluk Tangsel Warriors itu sudah ditunggu laga pekan ke-24 BRI Super League menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Indomilk Arena, Minggu (1/3).
Tak berhenti di situ, Dewa United juga harus bersiap terbang ke Filipina untuk menjalani leg pertama perempat final AFC Challenge League melawan Manila Diggers pada Kamis (5/3). Artinya, mereka akan melakoni tiga pertandingan dalam rentang delapan hari.
Pelatih Jan Olde Riekerink memastikan timnya akan melakukan rotasi pemain demi menjaga kebugaran dan konsistensi performa.
“Kami harus menjalani tiga pertandingan dalam waktu delapan hari. Jadi, kami harus melakukan rotasi dan menentukan skala prioritas,” ujar Riekerink.
Pelatih asal Belanda itu mengaku bersyukur atas dukungan federasi.
Ia menyebut PSSI dan operator liga I.League menyetujui permintaan pengunduran jadwal laga melawan Persija ke 15 Maret.
Menurut Riekerink, semula pertandingan tersebut berada di antara dua laga kontra Manila Diggers.
Meski demikian, permintaan penundaan untuk laga menghadapi Bhayangkara FC tidak dikabulkan, sehingga jadwal padat tetap harus dijalani.
Di tengah padatnya agenda, kehadiran sejumlah pemain baru pada putaran kedua menjadi nilai tambah.
Riekerink menilai persaingan internal membuat atmosfer tim semakin kompetitif dan memberinya banyak opsi dalam menyusun strategi.
“Kehadiran pemain baru membuat suasana tim semakin kompetitif. Sekarang saya punya banyak pilihan dan bisa memainkan pemain berbeda di setiap pertandingan,” katanya.
Secara performa, Dewa United menunjukkan tren positif. Setelah sempat berada dekat zona degradasi pada putaran pertama, perlahan mereka mampu memperbaiki posisi.
Saat ini, Alexis Messidoro dan rekan-rekan menempati posisi kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 33 poin.
Rotasi pemain dan manajemen energi menjadi kunci bagi Dewa United untuk menjaga stabilitas di kompetisi domestik sekaligus berbicara banyak di level Asia.





