INGATLAH – Madura United FC memasuki fase krusial musim ini.
Pada Pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab dijadwalkan menghadapi tantangan besar dengan bertandang ke markas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (26/2) malam.
Pertandingan ini bukan sekadar agenda kompetisi rutin. Bagi Madura United, laga tersebut menjadi momentum pembuktian sekaligus titik balik performa tim yang dalam beberapa pekan terakhir belum mampu meraih kemenangan.
Pelatih kepala Carlos Eduardo Biasi Parreira menegaskan timnya datang ke Bandung dengan kesadaran penuh terhadap tekanan yang ada.
Ia tidak menampik bahwa situasi internal tim sedang tidak ideal. Namun, justru dalam kondisi seperti inilah karakter dan mentalitas diuji.
“Kami memahami tanggung jawab yang ada. Tekanan memang besar dan situasinya tidak nyaman. Tetapi kami sudah menyiapkan rencana dengan matang. Saat ini yang paling penting adalah mulai kembali meraih poin,” ujar Parreira.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus utama tim bukan sekadar bermain baik, melainkan mengamankan hasil konkret demi menjaga stabilitas posisi di klasemen.
Kapten tim, Lulinha, menyampaikan optimisme serupa. Ia menilai persiapan tim sepanjang pekan berjalan positif dan memberikan fondasi kuat untuk menghadapi Maung Bandung.
“Kami menjalani pekan persiapan dengan sangat baik. Pertandingan ini tentu sulit, tetapi kami percaya bisa membawa pulang poin. Ramadan menjadi momen yang memberi energi tambahan bagi kami,” kata Lulinha.
Secara klasemen, Madura United saat ini berada dalam tekanan.
Dengan koleksi 20 poin, mereka hanya terpaut dua angka dari Persijap Jepara yang menempati batas atas zona degradasi. Artinya, setiap poin menjadi aset berharga dalam menjaga keberlangsungan tim di kasta tertinggi.
Di sisi lain, Persib Bandung tampil dalam kondisi kontras. Dengan raihan 50 poin, Maung Bandung masih kokoh di puncak klasemen dan belum dapat dikejar pesaing terdekatnya pada pekan ini.
Bermain di kandang sendiri, mereka jelas memiliki kepercayaan diri tinggi.
Laga ini menjadi pertemuan dua kepentingan besar. Persib menjaga dominasi, sementara Madura United berjuang mempertahankan daya saing.
Bagi Laskar Sape Kerrab, satu poin di Bandung bukan sekadar angka, melainkan fondasi kebangkitan.





