Berita

Tekan Angka Kecelakaan di Panyalaian, KAI Sumbar Dukung Pembangunan Jalur Penyelamat

×

Tekan Angka Kecelakaan di Panyalaian, KAI Sumbar Dukung Pembangunan Jalur Penyelamat

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat (Sumbar) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalur penyelamat (escape ramp) di kawasan rawan kecelakaan Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar.

Jalur penyelamat ini rencananya akan menggunakan lahan milik KAI yang terletak di KM 79+200 hingga KM 79+325, Jalan Raya Padang Panjang-Bukittinggi.

Langkah ini merupakan wujud komitmen KAI dalam mendukung program mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan keselamatan transportasi di wilayah Sumatera Barat.

Dukungan tersebut ditegaskan saat peninjauan lokasi pada Kamis (19/2/2026), yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, COO Danantara Dony Oskaria, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, serta jajaran Direksi PT KAI (Persero) pusat.

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru-Dumai: Sopir Pick-Up Tewas

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyatakan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama perusahaan, baik dalam operasional kereta api maupun tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

“Prinsipnya KAI mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan publik, sepanjang tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Reza Shahab.

Terkait penggunaan lahan KAI untuk proyek tersebut, Reza menjelaskan bahwa saat ini prosesnya masih dalam tahap pembahasan intensif dengan berbagai instansi terkait.

Hal ini mencakup kajian teknis yang mendalam agar keberadaan jalur penyelamat tidak mengganggu keselamatan operasional kereta api di masa depan.

Baca Juga  Masyarakat Sumbar Diminta Waspadai Aksi Penipuan yang Mengaku Sebagai Gubernur Mahyeldi

KAI memastikan seluruh proses administrasi dan pemanfaatan aset dilakukan secara profesional serta transparan, dengan mengedepankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance).

Pembangunan escape ramp di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, dianggap sebagai solusi mendesak mengingat titik tersebut sering menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas yang fatal. KAI siap berkoordinasi secara aktif agar fasilitas ini dapat segera terealisasi.

“Melalui dukungan ini, kami berharap sinergi antarinstansi dapat terus terjalin dengan baik, sehingga upaya peningkatan keselamatan transportasi di Sumatera Barat dapat terealisasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutup Reza. (*)