Berita

Waspada! Penipuan Mengatasnamakan Sekda Sumbar Lewat WhatsApp, Masyarakat Diminta Tidak Tergoda

×

Waspada! Penipuan Mengatasnamakan Sekda Sumbar Lewat WhatsApp, Masyarakat Diminta Tidak Tergoda

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan seluruh masyarakat untuk mengabaikan pesan WhatsApp (WA) yang berasal dari nomor 0895 0762 1282.

Nomor ini mengaku sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Hansastri, dan mencoba menipu warga dengan modus penyaluran bantuan untuk masjid.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Sumbar, Mursalim, menegaskan bahwa Sekda Hansastri tidak pernah mengirim pesan terkait bantuan kepada masyarakat, baik melalui WhatsApp maupun media sosial.

Semua penyaluran bantuan atau hibah harus melalui prosedur resmi yang ada di Pemprov Sumbar.

Baca Juga  PSIS Semarang Targetkan Hasil Manis di Laga Penutup Putaran Pertama

“Kami menerima laporan dari warga yang menyebutkan bahwa nomor tersebut mengaku sebagai Bapak Sekda dan menawarkan bantuan untuk masjid atas arahan Gubernur. Pelaku kemudian meminta korban menyiapkan waktu untuk mengurusnya,” ujar Mursalim dalam pernyataan resmi pada Minggu (8/9).

Dalam percakapan WA tersebut, pelaku bahkan mengirim foto buku tabungan masjid yang diklaimnya berasal dari Gubernur Sumbar.

Modus ini jelas merupakan upaya penipuan yang dapat merugikan masyarakat.

“Pesan-pesan penipuan semacam ini sangat mengganggu dan meresahkan. Kami mengimbau masyarakat yang menerima pesan tersebut untuk tidak merespon, apalagi melayani permintaan pelaku,” kata Mursalim dengan tegas.

Baca Juga  Penipuan Online Diprediksi Meningkat Jelang Lebaran, Berikut Tips Pencegahannya

Mursalim juga mendorong siapa pun yang menerima pesan dari nomor tersebut untuk segera melapor ke pihak berwajib.

Menurutnya, pesan ini sudah mencatut nama Sekda dan Gubernur Sumbar, yang tentu tidak mungkin mengirimkan pesan seperti itu secara langsung.

“Jika menerima pesan serupa, baik melalui WhatsApp maupun media sosial, abaikan saja. Sekda tidak akan mengirim pesan seperti itu kepada masyarakat,” tutup Mursalim. (*)