INGATLAH.COM– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Pondok Pesantren Ibnu Jarir. Khalilurrahman sukses meraih juara pertama dalam ajang Lomba Bahasa Arab Amirul Lughah 2026 yang digelar oleh STIT Riyadhussholihin di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh 134 peserta dari berbagai lembaga pendidikan. Khalilurrahman tampil gemilang hingga babak final yang berlangsung pada Minggu (15/2), dengan perolehan nilai tertinggi 199 poin. Atas capaian tersebut, ia berhak menyandang gelar juara sekaligus membawa pulang hadiah utama berupa perjalanan umrah.
Ajang Amirul Lughah dikenal sebagai kompetisi yang menguji kemampuan bahasa Arab secara komprehensif. Peserta ditantang untuk membaca teks, menerjemahkan, meng-i’rab-kan, hingga men-tashrif-kan kosakata. Seluruh materi mengacu pada kitab Arabiyah Baina Yadaik, khususnya jilid ketiga yang menuntut penguasaan bahasa Arab tingkat lanjut.
Perjalanan menuju juara tidaklah mudah. Dari 134 peserta, hanya 10 yang lolos ke babak semifinal. Selanjutnya disaring menjadi lima besar, hingga akhirnya tiga peserta terbaik bersaing di babak final. Khalilurrahman berhasil melampaui seluruh tahapan dengan performa konsisten.
Menariknya, pada tahap penyisihan dan semifinal, para santri Ibnu Jarir melakukan muraja’ah atau pengulangan materi secara mandiri bersama rekan-rekannya. Pondok sendiri mengirimkan empat santri dalam kompetisi tersebut.
Memasuki babak final, pembimbing memberikan pelatihan intensif, terutama dalam aspek membaca, penerjemahan, i’rab, dan tashrif. Pendampingan terarah ini menjadi kunci dalam menguatkan kesiapan mental dan akademik peserta.
Pembimbing santri, Ustadz Ahmad Fauzi, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut.
“Kami sangat bangga dengan semangat para santri yang tidak kenal lelah dalam menuntut ilmu. Hasil ini adalah buah dari kesungguhan mereka,” ujarnya.
Senada dengan itu, Mudir PP Ibnu Jarir, Ustadz Irfan Muhammad Ali, Lc., menilai prestasi ini sebagai bukti konsistensi pembinaan di lingkungan pesantren.
“Santri Ibnu Jarir terus menunjukkan kualitasnya, baik di bidang agama, bahasa, olahraga, maupun akademik. Ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari orang tua Khalilurrahman, Ahmad Syafar, yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para ustadz atas bimbingan yang diberikan.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan komitmen PP Ibnu Jarir dalam mencetak generasi santri yang unggul dan berakhlak mulia, serta memiliki kompetensi kuat dalam penguasaan bahasa Arab sebagai bahasa utama dalam khazanah keilmuan Islam.





