Berita

Pasar Payakumbuh Terbakar, Lima Armada Damkar Berhasil Padamkan Api

×

Pasar Payakumbuh Terbakar, Lima Armada Damkar Berhasil Padamkan Api

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Peristiwa kebakaran melanda kawasan Pusat Pertokoan Pasar Payakumbuh, tepatnya di Blok Timur B2, pada Senin dini hari (16/2/2026).

Api yang mulai berkobar sekitar pukul 03.00 WIB tersebut berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran dalam waktu kurang dari dua jam.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh, Dewi Novita, mengonfirmasi bahwa laporan masuk tepat pada pukul 03.00 WIB.

Respon cepat dilakukan oleh petugas yang tiba di lokasi kejadian hanya satu menit setelah laporan diterima.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata yang melihat kobaran api di salah satu unit toko.

Saksi tersebut segera menghubungi Posko Damkar Kota Payakumbuh untuk meminta bantuan.

Baca Juga  Indonesia Kalahkan Australia 3-1, Amankan Tiket Semifinal Piala AFF Futsal 2024

Guna memadamkan si jago merah, sebanyak lima unit armada dikerahkan ke lokasi, yang terdiri dari:

  • Satu unit Canter.
  • Dua unit Fuso (Ayax dan Matra).
  • Satu unit Kijang operasional.
  • Satu unit Fuso bantuan dari Kabupaten Limapuluh Kota.

Petugas gabungan berjibaku melakukan proses pemadaman hingga pendinginan. Situasi akhirnya dinyatakan aman dan terkendali pada pukul 04.49 WIB.

Meski satu unit toko terdampak dan satu bangunan lainnya sempat terancam, petugas berhasil menyelamatkan sebagian besar area Blok Timur sehingga api tidak merembet lebih luas.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun tiga personel Damkar dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat dan langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi.

Baca Juga  Rumah Lansia di Pariangan Terbakar, Kerugian Material Ratusan Juta

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan kerugian materiil belum dapat ditaksir,” ujar Dewi Novita.

Di balik keberhasilan pemadaman, Dewi Novita mengungkapkan sejumlah kendala teknis yang dihadapi personel di lapangan. Keterbatasan alat menjadi tantangan utama, di antaranya:

  • Minimnya alat bantu pernapasan (breathing apparatus).
  • Ketiadaan gerinda portable dan cutter spreader hidrolik untuk membuka paksa pintu.
  • Kurangnya alat komunikasi (HT) dan penerangan di lokasi.
  • Keterbatasan APD seperti baju tahan panas, sepatu boot, helm, dan sarung tangan.

Pihak Damkar berharap adanya peningkatan dukungan sarana dan prasarana di masa depan guna menunjang keselamatan personel serta efektivitas penanganan kebakaran. (*)