Pekanbaru

Crime Rate Polda Riau Januari 2026: Pekanbaru Tertinggi, Meranti Terendah di Riau

×

Crime Rate Polda Riau Januari 2026: Pekanbaru Tertinggi, Meranti Terendah di Riau

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM — Polda Riau merilis data crime rate atau tingkat kriminalitas sepanjang Januari 2026, yang menggambarkan dinamika gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah hukumnya.

Hasilnya, Polresta Pekanbaru tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian kriminal tertinggi, sementara Polres Kepulauan Meranti menjadi daerah dengan angka kriminalitas terendah.

Berdasarkan Ranking GK (Gangguan Keamanan), total tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polda Riau selama Januari 2026 mencapai 431 kasus. Dari jumlah tersebut, rata-rata selang waktu terjadinya kejahatan adalah 23 menit 39 detik, dengan risiko penduduk terkena kejahatan sebanyak 6 orang per 100.000 penduduk.

Pada kategori enam wilayah dengan tingkat kriminalitas tertinggi, Polresta Pekanbaru berada di posisi pertama dengan 118 kejadian. Disusul Polres Bengkalis (57 kejadian), Polres Kampar (53 kejadian), Polres Indragiri Hulu (36 kejadian), Polres Rokan Hulu (31 kejadian), dan Polres Pelalawan (28 kejadian).

Baca Juga  Tak Ada Api Aktif di Riau, Karhutla Berhasil Dikendalikan Satgas Gabungan

Sementara itu, dalam kategori enam wilayah dengan tingkat kriminalitas terendah, Polres Siak mencatat 25 kejadian, Polres Rokan Hilir 24 kejadian, Polres Dumai 19 kejadian, Polres Indragiri Hilir 11 kejadian, Polres Kuantan Singingi 6 kejadian, dan Polres Kepulauan Meranti berada di posisi paling rendah dengan hanya 2 kejadian.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan bahwa tingginya angka kriminalitas di wilayah Polresta Pekanbaru tidak terlepas dari karakteristik kota sebagai pusat aktivitas provinsi.

“Pekanbaru merupakan pusat pemerintahan, ekonomi, dan mobilitas masyarakat di Provinsi Riau. Tingginya interaksi sosial dan aktivitas ekonomi berbanding lurus dengan potensi terjadinya tindak pidana,” ujar Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, didampingi Dirkrimum Polda Riau Kombes Pol Hasyim, Senin (26/1/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Polresta Pekanbaru terus melakukan berbagai langkah preventif dan represif untuk menekan angka kriminalitas.

“Upaya peningkatan patroli, penegakan hukum, serta pendekatan preemtif terus dilakukan guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tambahnya.

Baca Juga  Spesialis Pencurian Kosan Putri Viral Diringkus Polisi, Nekat Masturbasi Saat Beraksi

Secara umum, Kombes Zahwani menilai kondisi keamanan di wilayah hukum Polda Riau masih dalam keadaan terkendali. Hal ini terlihat dari sejumlah daerah yang mampu menjaga stabilitas keamanan dengan baik dan mencatat angka kriminalitas yang rendah.

“Kami mengapresiasi jajaran Polres yang berhasil menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Ini menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui patroli rutin, kegiatan preemtif, serta sinergi dengan masyarakat memberikan dampak positif,” jelasnya.

Khusus untuk Polresta Pekanbaru, dari total 118 kasus, rata-rata selang waktu terjadinya kejahatan berada pada angka 1 jam 25 menit 42 detik, dengan risiko penduduk terkena kejahatan mencapai 12 orang per 100.000 penduduk.

“Angka tersebut menjadi perhatian serius Polda Riau untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan strategi pengamanan ke depan,” tukasnya.