INGATLAH – Peristiwa tragis terjadi di Sungai Batang Simpang Godang, Nagari Ranah Malintang, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Dua anak perempuan dilaporkan hanyut setelah debit air sungai tiba-tiba meningkat pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Dalam kejadian tersebut, satu anak meninggal dunia, sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan.
Kepala Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Kuria Sakti, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi secara mendadak meskipun tidak turun hujan di wilayah setempat.
Kondisi cuaca yang cerah membuat warga tidak menyangka akan terjadi luapan air sungai secara tiba-tiba.
“Kejadian berlangsung cepat. Tidak ada hujan di lokasi, sehingga korban dan warga sekitar tidak waspada terhadap kenaikan debit air sungai,” ujar Kuria Sakti.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat dua anak perempuan bernama Nurul Najmi dan Aisyah sedang bermain dan mandi di sungai.
Karena cuaca cerah, keduanya tidak merasa khawatir terhadap potensi bahaya dari arus sungai.
Namun, secara tiba-tiba debit air Sungai Batang Simpang Godang meningkat drastis dan arus menjadi deras.
Luapan air tersebut langsung menyeret kedua anak hingga hanyut terbawa arus sungai.
Dalam proses pencarian dan penyelamatan, satu korban atas nama Aisyah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Sementara itu, Nurul Najmi diduga tidak sempat mendapatkan pertolongan cepat sehingga tidak berhasil diselamatkan.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Nurul Najmi (7).
Ia merupakan anak dari pasangan Jennita dan Poso, yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga SD Simpang Godang.
Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sungai Aur untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Sementara itu, korban selamat Aisyah, anak dari Tonang, ditemukan dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan perawatan serta pendampingan dari pihak keluarga dan petugas.
BPBD Pasaman Barat mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai.
Masyarakat juga diminta tetap waspada karena luapan air sungai dapat terjadi secara tiba-tiba meski tidak disertai hujan di wilayah setempat.





