INGATLAH.COM – Memperingati hari jadinya yang pertama pada 23 Desember 2025 lalu, PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) menyelenggarakan serangkaian kegiatan sosial dan keagamaan yang dipusatkan di Jakarta dan Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Aksi nyata ini mencakup layanan kesehatan gratis bagi warga hingga pemberian santunan bagi anak asuh di sekitar wilayah proyek.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan tausiah oleh Ustadz Joni Qodariyanto di kantor pusat, Jakarta.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Komisaris HPSL, Busmart Zuriantomy, serta Direktur Utama Michael AP Rumenser guna memperkuat nilai kebersamaan internal perusahaan.
PT HPSL memberikan pelayanan cek kesehatan cuma-cuma bagi masyarakat Kelurahan Indarung dan Batu Gadang di Klinik Buah Hati Lubuk Kilangan. Kegiatan yang diprioritaskan bagi lansia ini diikuti oleh lebih dari 50 warga, Kamis (8/1/2026) lalu.
Selain pemeriksaan medis, tim dokter juga memberikan obat-obatan dan edukasi kesehatan. Kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Lurah Indarung, Hamdi Yudistira, serta Lurah Batu Gadang, Syafardi.
Menutup rangkaian hari jadi, perusahaan menyambangi Panti Sosial Anak Asuh Lubuk Kilangan, Jumat (9/1/2026).
Saat ini, panti tersebut membina 26 anak yatim piatu berusia 9 hingga 17 tahun. Dalam kesempatan tersebut, Direktur HPSL Michael AP Rumenser menyerahkan santunan guna memotivasi pendidikan anak-anak asuh.
“Selama satu tahun perjalanan perusahaan, kami berupaya menjalankan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat. Layanan kesehatan gratis, santunan anak yatim, serta rencana renovasi fasilitas panti sosial merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar,” jelas Michael AP Rumenser.
Progres Konstruksi Flyover Panorama I
Di sisi teknis, PT HPSL melaporkan bahwa progres Proyek KPBU Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) kini telah menyentuh angka 10,348%.
Meski pekerjaan berjalan sesuai tahapan, manajemen mengakui masih menghadapi tantangan pada proses pembebasan lahan milik masyarakat.
Sementara itu, lahan yang masuk dalam kawasan hutan lindung telah dinyatakan bebas 100%.
Perusahaan saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan untuk mempercepat pembebasan lahan sisa agar pengerjaan proyek berjalan lebih optimal. (*)





