Berita

Penerima Santunan Kematian di Pekanbaru Melonjak, Terbanyak di Tenayan Raya

×

Penerima Santunan Kematian di Pekanbaru Melonjak, Terbanyak di Tenayan Raya

Sebarkan artikel ini
Idrus, Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru.(ist)

INGATLAH.COM – Program santunan kematian dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus meningkat penerimanya.

Hingga Agustus 2024, tercatat 750 ahli waris menerima bantuan ini, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 712 penerima.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, Idrus, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penerima terjadi karena semakin banyak masyarakat yang mengetahui program tersebut.

“Santunan kematian sudah diterima oleh 750 ahli waris, lebih banyak dari tahun 2023 lalu. Masyarakat semakin tahu bahwa Pemko Pekanbaru memiliki program santunan kematian bagi warga miskin atau kurang mampu,” ungkap Idrus, Jumat (30/8/2024).

Baca Juga  Rumah Restorative Justice Hadir di Setiap Kecamatan, Solusi Baru Penyelesaian Kasus Ringan di Padang

Idrus menambahkan, sosialisasi yang dilakukan Pemko Pekanbaru sudah cukup efektif.

Program ini telah dikenal luas, terutama di tingkat RT dan RW, sehingga keluarga yang kehilangan anggota cepat melaporkannya.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga menyediakan aplikasi khusus untuk memfasilitasi pelaporan.

“Di tingkat RT, RW, atau ada keluarga yang meninggal, mereka cepat melaporkannya kepada kami. Kami juga memiliki aplikasi untuk menampung laporan tersebut, sehingga program ini semakin masif dan tidak ada ahli waris yang tertinggal,” tambahnya.

Dari data yang ada, ahli waris penerima santunan kematian terbanyak berada di Kecamatan Tenayan Raya, Kulim, dan Rumbai Timur.

Baca Juga  Berkas Bripka Alex Sander Cs Dinyatakan P21, Kasi Pidum Kejati Riau: Segera Disidangkan

Idrus mencatat ada sekitar 80 ahli waris yang menerima bantuan di Kecamatan Tenayan Raya.

Idrus menekankan bahwa banyaknya penerima santunan di Tenayan Raya tidak berarti angka kematian tinggi di sana, melainkan karena mayoritas penerima berasal dari keluarga kurang mampu.

“Bukan karena banyak yang meninggal di sana, tapi mungkin lebih banyak yang meninggal berasal dari keluarga miskin. Di kecamatan lain juga banyak yang meninggal, tetapi mungkin berasal dari kalangan menengah ke atas,” jelasnya.(*)