INGATLAH.COM – Bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, angkat bicara usai gol spektakulernya gagal meraih penghargaan Puskas Award pada ajang FIFA The Best Football Awards 2025.
Penghargaan gol terbaik dunia tersebut akhirnya dimenangkan oleh pemain Independiente asal Argentina, Santiago Montiel.
Menanggapi hasil pemungutan suara, Ridho memilih bersikap sportif.
Pemain Persija Jakarta itu mengaku tetap bersyukur dan berterima kasih atas dukungan luas yang diterimanya selama proses nominasi.
“Terima kasih atas dukungannya semua teman-teman. Rezekine Cak Montiel,” tulis Ridho melalui unggahan Instagram Story di akun @rizkyridhoramadani, Rabu (17/12/2025).
Pengumuman pemenang Puskas Award dilakukan dalam seremoni FIFA The Best Football Awards 2025 yang digelar di Qatar, Rabu dini hari WIB.
Santiago Montiel keluar sebagai pemenang berkat gol salto luar biasa dari luar kotak penalti yang dicetaknya saat memperkuat Independiente melawan Rivadavia di kompetisi kasta tertinggi Argentina.
Rizky Ridho sendiri menjadi salah satu kandidat kuat peraih Puskas Award tahun ini.
Namanya masuk daftar nominasi setelah mencetak gol jarak jauh spektakuler ketika membela Persija Jakarta menghadapi Arema FC pada Maret 2025.
Dalam laga tersebut, Ridho melepaskan tendangan keras dari area tengah lapangan yang langsung meluncur ke gawang lawan dan menuai sorotan dunia.
Meski gagal membawa pulang trofi, pencapaian Ridho menjadi catatan sejarah tersendiri bagi sepak bola Indonesia, mengingat jarangnya pemain Tanah Air menembus nominasi penghargaan individu paling prestisius FIFA.
Selain pengumuman Puskas Award, ajang FIFA The Best Football Awards 2025 juga menobatkan sejumlah nama besar.
Winger Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele, dinobatkan sebagai Pemain Pria Terbaik Dunia.
Sementara itu, gelar Pemain Wanita Terbaik Dunia kembali diraih gelandang Barcelona, Aitana Bonmati.
Pemain asal Spanyol tersebut mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan FIFA The Best untuk ketiga kalinya secara beruntun, sekaligus menegaskan dominasinya di sepak bola putri dunia.
Di kategori pelatih, arsitek Paris Saint-Germain, Luis Enrique, terpilih sebagai Pelatih Tim Pria Terbaik atas keberhasilannya membawa tim tampil konsisten di level tertinggi kompetisi Eropa.





