Pekanbaru

Kopi Keliling dan QRIS, Gaya Baru Ngopi Anak Muda Pekanbaru

×

Kopi Keliling dan QRIS, Gaya Baru Ngopi Anak Muda Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Budaya ngopi di Kota Pekanbaru kini tak lagi identik dengan kafe-kafe besar atau kedai estetik di deretan ruko.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren kopi keliling tumbuh pesat dan menjadi pilihan favorit, terutama di kalangan generasi muda yang menginginkan kepraktisan, cita rasa, dan harga terjangkau.

Kopi keliling hadir menjawab kebutuhan gaya hidup urban yang serba cepat. Pembeli tak hanya mencari rasa, tetapi juga kemudahan transaksi.

Kehadiran pembayaran non-tunai melalui QRIS membuat proses jual beli semakin singkat dan efisien.

Tren ini sejalan dengan meningkatnya jumlah merchant dan pengguna QRIS di Pekanbaru.

Berdasarkan data terkini, jumlah pengguna QRIS di Provinsi Riau telah mencapai sekitar 1,2 juta, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 1,1 juta.

Sementara itu, jumlah pedagang yang telah menggunakan QRIS mencapai sekitar 821 ribu merchant, dengan volume transaksi mendekati 40 juta dan rata-rata sekitar 6 juta transaksi QRIS setiap bulannya.

Salah satu pelaku usaha kopi keliling, Kopi Roaming, mengusung konsep Coffee to Go atau beli kopi lalu langsung beraktivitas.

Konsep ini dinilai selaras dengan penggunaan QRIS yang cepat dan praktis.

“Kami menggunakan QRIS karena mendukung konsep Coffee to Go. Pelanggan tidak perlu menunggu lama, cukup scan dan kopi langsung bisa dinikmati,” ujar pemilik Kopi Roaming, Tommy Seow, Sabtu (13/12/2025).

Baca Juga  Garudayaksa FC Rekrut Paulo Ricardo, Eks Bek Persija Siap Perkuat Lini Belakang

Tommy menjelaskan, Kopi Roaming lahir dari tingginya minat generasi muda Pekanbaru terhadap kopi, namun kerap terbentur waktu dan biaya.

Meski dijual secara keliling, kopi yang disajikan bukan kopi instan, melainkan racikan dari biji kopi pilihan yang kualitasnya setara dengan kafe.

Kemudahan pembayaran digital membuat aktivitas ngopi semakin diminati. Generasi milenial dan Gen Z yang terbiasa dengan teknologi cenderung memilih pembayaran non-tunai karena praktis dan tidak merepotkan, tanpa perlu menarik uang tunai atau mencari mesin ATM.

“Saya ingin kopi ini bisa dinikmati lebih merata. Dengan QRIS, transaksi jadi lebih cepat dan pelanggan merasa nyaman,” tambahnya.

Tren kopi keliling juga membawa dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja.

Kopi Roaming, misalnya, telah mempekerjakan puluhan pekerja di Kota Pekanbaru.

Salah seorang pedagang kopi keliling, Daulay, mengaku bersyukur bisa bergabung dalam usaha ini.

Dalam kesehariannya, ia berjualan menggunakan gerobak sederhana dan memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran utama.

“Target penjualan kami sekitar 100 sampai 150 cup per hari. Kalau lagi ramai, bisa lebih,” ungkap Daulay.

Menurutnya, cuaca panas yang kerap melanda Pekanbaru membuat minuman kopi dingin banyak dicari masyarakat.

Kandungan kafein dinilai mampu membantu menyegarkan tubuh setelah beraktivitas seharian.

“Pembeli ramai, apalagi siang panas, malamnya sering hujan. Pembayaran pakai QRIS juga memudahkan pelanggan,” katanya.

Selain praktis, tren kopi keliling di Pekanbaru juga dinilai ramah lingkungan.

Baca Juga  Begini Kronologi Kecelakaan Motor yang Tabrak Mobil Box di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru

Banyak pelaku usaha menggunakan sepeda listrik, motor modifikasi, atau e-cart yang lebih hemat energi, sekaligus mengandalkan sistem pembayaran non-tunai.

QRIS sendiri menjadi tonggak penting dalam digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia.

Sebelum adanya standarisasi QRIS, pembayaran QR Code masih terfragmentasi antarpenyedia jasa pembayaran.

Kini, dengan QRIS, transaksi dapat dilakukan secara universal melalui berbagai aplikasi pembayaran.

Tak heran jika pengguna QRIS terus bertambah, khususnya dari kalangan generasi muda yang melek teknologi dan mengutamakan kemudahan.

Fenomena kopi keliling di Pekanbaru juga dipengaruhi kondisi cuaca panas yang berlangsung hampir sepanjang tahun.

Setelah tren penjual es teh manis lebih dulu marak, kopi keliling tumbuh cepat dengan berbagai merek lokal yang kini akrab di telinga masyarakat.

Sejumlah nama seperti Saka Kopi, Kopiers, Kopi Sero, Kopi Ajoe, Kopi Roaming, Mantap Kopi, Sekian Kopi, hingga Dude’s Coffee x Lemonade menjadi bagian dari lanskap baru usaha kopi keliling di Pekanbaru.

Tak sekadar menjual minuman, para pelaku usaha juga mengedepankan identitas merek melalui desain gerobak yang estetik serta kemasan kekinian yang menarik untuk diunggah ke media sosial.

Dengan harga terjangkau, mulai dari Rp8.000 hingga Rp12.000 per cangkir, kopi keliling menjadi alternatif praktis bagi masyarakat yang ingin menikmati kopi berkualitas tanpa harus nongkrong lama di kafe.