INGATLAH – Kerawanan jalur maut Sitinjau Lauik kembali terbukti setelah sebuah truk tronton bermuatan besi dari Jakarta mengalami kecelakaan tunggal dan terguling (rebah kuda) di kawasan penurunan Tunguah, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Insiden yang terjadi pada Jumat sore (12/12) ini sontak menjadi perhatian karena seringnya jalur penghubung Padang–Solok tersebut memakan korban.
Truk tersebut sedang dalam perjalanan dari Solok menuju pusat Kota Padang dengan membawa muatan besi yang sangat berat.
Saat mulai memasuki turunan curam khas Sitinjau Lauik, kendaraan besar itu dilaporkan tiba-tiba kehilangan kendali.
Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa hasil penyelidikan awal mengarah pada masalah teknis, yaitu kegagalan sistem pengereman.
“Truk membawa muatan besi berat. Diduga rem tidak berfungsi sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraan ketika memasuki turunan tajam,” jelas AKP Riwal.
Menurutnya, sopir sempat berupaya melakukan manuver darurat dalam upaya menghentikan laju kendaraan, namun gagal mengendalikan beban muatan di turunan ekstrem tersebut.
Akibatnya, truk terguling di badan jalan, memblokir sebagian akses, dan sempat menimbulkan gangguan pada arus lalu lintas.
Meskipun truk mengalami kerusakan parah pada bagian bodi, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
Sopir truk selamat dan telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kelayakan kendaraan dan kronologi kecelakaan.
Petugas Satlantas Polresta Padang bersama warga sekitar segera berupaya mengevakuasi truk. Proses penanganan terbilang memakan waktu lantaran dimensi kendaraan yang besar dan beratnya muatan besi yang harus dipindahkan.
Hingga Jumat malam, petugas kepolisian tetap bersiaga dan melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi.
Hal ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan kembali normal dan mencegah insiden susulan di jalur yang memang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi. (*)





