Berita

Solok ke Padang Makan Waktu 6 Jam, Ditlantas Polda Sumbar: Utamakan Keselamatan

×

Solok ke Padang Makan Waktu 6 Jam, Ditlantas Polda Sumbar: Utamakan Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Kondisi di Sitinjau Lauik dari Solok ke Padang, Rabu (10/12). (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Niat para perantau atau pengendara dari Pekanbaru, Riau melalui jalur Solok ke Padang untuk segera bertemu keluarga di kampung halaman harus diuji oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat (Sumbar).

Hujan deras yang mengguyur Kota Padang dan sekitarnya sedari Selasa hingga Rabu memicu berbagai hambatan, salah satunya adalah penumpukan kendaraan yang berujung pada kemacetan parah, terutama di jalur Sitinjau Lauik.

Manja, seorang mahasiswi dari Pekanbaru yang tengah dalam perjalanan pulang, menceritakan pengalamannya.

Perjalanannya dari Pekanbaru relatif lancar, hanya tersendat sedikit karena perbaikan jalan di area Kelok 9, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.

“Pekanbaru sampai Kelok 9 aman, Payakumbuh ke Batusangkar Danau Singkarak sepi jalan mulus,” ungkap Manja, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga  BMKG Memprakirakan Cuaca Sabtu Kota Padang Hujan Ringan

Situasi berubah drastis ketika ia memasuki Kabupaten Solok. Walaupun masih ramai namun belum macet, kemacetan akut baru ditemui setibanya di ruas jalan menantang Sitinjau Lauik.

Manja menjelaskan, di jalur tanjakan, sistem buka-tutup diberlakukan untuk memprioritaskan kendaraan yang datang dari arah Padang.

Hal ini menyebabkan antrean panjang dan menguji kesabaran perantau dan pengendara dari arah sebaliknya.

“Semalaman hujan, jadi banyak truk, banyak mobil pribadi yang berdempet-dempet juga,” kata Manja, menggambarkan betapa lama waktu terbuang di jalan.

Waktu tempuh normal dari Solok yang seharusnya hanya beberapa jam, kini memakan waktu hingga enam jam akibat antrean dan kondisi jalan yang basah.

Meskipun ia mendengar adanya laporan kendaraan rusak pada sore hari di jalur tersebut, Manja tidak melihat kendaraan yang rusak selama perjalanannya yang sangat lambat tersebut.

Baca Juga  Banjir di Kecamatan Kemuning Rendam Ratusan Rumah, Warga Mengungsi

Menyikapi kondisi kritis di Sitinjau Lauik, Ditlantas Polda Sumbar, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, mengimbau seluruh perantau dan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Hati-hati,” kata Dirlantas kepada para pengendara yang melintasi Sitinjau Lauik, mengingat jalur tersebut dikenal curam, licin, dan rawan longsor saat intensitas hujan tinggi.

Ia menekankan agar keselamatan menjadi prioritas utama di tengah kondisi saat ini.

“Tetap utamakan keselamatan di tengah situasi cuaca yang tidak menentu serta kondisi arus lalu lintas yang fluktuatif khususnya di jalur Sitinjau Lauik,” tutupnya. (*)