INGATLAH – Laporan terkini dari lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan eskalasi tragis dalam jumlah korban jiwa.
Kapolres Agam, AKBP Muari mengonfirmasi peningkatan korban meninggal dunia yang sangat signifikan, mencapai 116 orang, bertambah dari data sebelumnya yang berjumlah 97, Senin (1/12).
“Hari ini bertambah jumlah korban yang kita temukan. Mudah-mudahan akan ada lagi yang ditemukan,” katanya.
Ini merupakan hari kelima operasi pencarian besar-besaran yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di tiga kenegarian di Kecamatan Palembayan.
Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Dari 116 jenazah yang berhasil ditemukan dan di antaranya belum diketahui identitasnya karena kondisi jenazah yang tidak utuh dan telah mengalami pembusukan.
“Saat ini jenazah tanpa identitas masih menunggu hasil dari posko ante mortem (data sebelum kematian) yang dikoordinasikan oleh Polda Sumbar dan Polda Riau,” ungkap AKBP Muari menyoroti tantangan berat dalam proses identifikasi korban (DVI).
Medan Sulit dan Kerusakan Masif
Tim SAR gabungan telah membagi diri menjadi tiga tim untuk menyisir area pencarian yang didominasi oleh lumpur dan tumpukan material kayu (grondolan).
Penggunaan alat berat menjadi krusial untuk menyingkirkan puing-puing dan memperlancar akses.
Selain pencarian, tim juga fokus pada pembuatan jembatan darurat untuk membuka jalur distribusi bantuan logistik yang vital.
Banjir bandang dilaporkan menerjang dua kampung secara parah, menyebabkan setidaknya 150 rumah habis tersapu rata dengan tanah.
Skala kehancuran ini menunjukkan betapa dahsyatnya bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut.
“Proses pencarian korban hilang masih berlanjut. Hingga kini, terdapat 36 warga yang telah melaporkan anggota keluarganya yang belum ditemukan,” katanya.
Tim SAR terus mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan data keluarga yang hilang ke posko terdekat guna mempermudah operasi dan proses pencocokan data ante mortem.
Dengan total 116 korban meninggal dan puluhan lainnya masih dalam pencarian, tragedi di Palembayan, Agam, menjadi salah satu bencana terparah yang melanda Sumbar, menuntut penanganan tanggap darurat dan pemulihan yang komprehensif. (*)





