INGATLAH.COM – Provinsi Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak korban jiwa tertinggi akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Hingga Sabtu (29/11), tercatat 166 orang meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang.
Dampak paling besar dialami Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
Ribuan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau aman untuk sementara waktu.
“Dalam satu hari operasi, tim gabungan menemukan tambahan 60 korban jiwa,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Minggu (30/11/2205).
Operasi SAR terus diperluas untuk menemukan korban hilang.
Kerusakan infrastruktur menyebabkan sejumlah daerah belum dapat dijangkau melalui darat.
Jalur nasional Sibolga – Padang Sidempuan dan Sibolga – Tarutung terputus oleh material longsor di berbagai titik.
Helikopter dikerahkan dari Bandara Silangit guna mempercepat pendistribusian logistik ke wilayah terisolir.
Pesawat Cessna Caravan juga ikut mendukung pengiriman bantuan.
Alat berat dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah bekerja membuka akses jalan utama yang masih tertutup.
Namun kondisi medan yang berat membuat pengerjaan berjalan bertahap.
Meski tantangan besar, tim penyelamat terus bekerja tanpa henti dan berharap jumlah korban hilang dapat segera ditemukan.





