Liga IndonesiaBeritaOlahraga

Tanpa Pelatih Mario Lemos, Persijap Siap Hadapi PSBS Biak dengan Strategi Baru

×

Tanpa Pelatih Mario Lemos, Persijap Siap Hadapi PSBS Biak dengan Strategi Baru

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Persijap Jepara tengah melakukan konsolidasi penting jelang laga pekan ke-14 BRI Super League 2025/26.

Sesuai jadwal, Laskar Kalinyamat akan menantang PSBS Biak pada laga tandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (27/11).

Pertandingan ini menjadi momentum baru bagi tim setelah berpisah dengan pelatih Mario Lemos.

Manajemen Persijap telah menunjuk Danang Suryadi sebagai pelatih sementara (caretaker) untuk memastikan stabilitas tim tetap terjaga di tengah dinamika internal.

Keputusan cepat ini menjadi langkah strategis klub dalam menjaga kesinambungan performa di sisa musim.

Danang Suryadi menegaskan bahwa adaptasi taktis akan menjadi prioritas utama.

Baca Juga  Aksi Gila Gianluca, Kiper Pemberi Assist Pertama di Musim Ini

“Akan ada penyesuaian strategi tim sesuai kondisi pemain saat ini. Kompetisi masih panjang dan peluang meraih poin tetap terbuka selama tim tidak menyerah,” ujarnya.

Namun, Persijap menghadapi tantangan tidak ringan. Tiga pemain dipastikan absen menghadapi PSBS Biak, yakni Najeeb Yakubu, Dicky Kurniawan, dan Zahran Alamshah.

Absensi ini membuat Danang perlu melakukan rotasi sekaligus menyiapkan formula baru agar tim tetap kompetitif.

Di tengah situasi tersebut, Danang menyampaikan pentingnya dukungan seluruh elemen, terutama suporter Persijap.

“Dukungan untuk Persijap sangat dibutuhkan dalam situasi apa pun. Staf pelatih, pemain, dan manajemen akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim ini,” katanya.

Baca Juga  PSIM Yogyakarta Klub Teraktif Mainkan Pemain Muda Musim Ini

Manajemen berharap penunjukan Danang sebagai caretaker dapat memberikan stabilitas sekaligus memulihkan kepercayaan diri pemain.

Persijap menargetkan hasil positif pada laga-laga berikutnya sambil menunggu hadirnya pelatih definitif.

Saat ini Persijap masih tertahan di peringkat 16 dari 18 tim, masuk zona merah.

Dari 12 pertandingan yang telah dijalani, Laskar Kalinyamat baru mengumpulkan delapan poin.

Situasi ini menjadi alarm bagi klub untuk segera berbenah demi menjaga peluang bertahan di kompetisi kasta tertinggi.