INGATLAH – Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat tri dharma perguruan tinggi melalui kemitraan strategis, Selasa (11/11).
UISB secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat.
Penandatanganan ini berlangsung di ruang sidang Rektorat UISB, diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Miko Kamal bersama Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi.
Acara ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat tinggi UISB, termasuk Wakil Rektor I, Sudarman.
Wakil Rektor III, Miko Kamal menjelaskan bahwa PKS ini merupakan tindak lanjut konkret dari Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah disepakati bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Setelah penandatanganan, kedua institusi akan melaksanakan kegiatan-kegiatan konkret yang saling menguntungkan,” ujar Miko Kamal.
Kolaborasi ini dirancang dengan prinsip resiprokal atau timbal balik. Tenaga pustaka UISB akan berkesempatan menimba ilmu dari pustakawan senior Perpustakaan Daerah mengenai tata kelola perpustakaan modern.
Sebaliknya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar dapat memanfaatkan kepakaran dosen UISB di bidang non-teknis dan teknis.
“Contohnya, dosen psikologi UISB dapat membantu dalam proses seleksi staf atau promosi jabatan, dan dosen dari Program Studi Sistem Informasi serta Teknik Informatika siap berkontribusi sesuai kebutuhan instansi,” jelas Miko Kamal, menyoroti luasnya cakupan kerja sama.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Jumaidi, menyampaikan apresiasi tinggi atas gerak cepat UISB dalam menindaklanjuti MoU.
Ia menegaskan kesiapan instansinya untuk berkolaborasi dalam meningkatkan literasi masyarakat Sumatera Barat.
Jumaidi menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan infrastruktur pendukung.
“Perpustakaan Daerah menyediakan ribuan judul buku dalam format cetak maupun digital yang dapat diakses oleh civitas academica UISB secara daring maupun luring,” kata Jumaidi.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi kunci untuk mencetak lulusan sarjana yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki literasi luas.
Dengan meningkatnya minat baca dan penguasaan literasi informasi, kualitas sumber daya manusia daerah diyakini akan semakin kuat dan berdaya saing. (*)





