INGATLAH.COM – Di tengah kabar mengejutkan soal operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pekanbaru yang menjerat Gubernur Riau Abdul Wahid, pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) tiba-tiba mengunggah foto kebersamaan mereka di media sosial.
Dalam foto tersebut, UAS dan Abdul Wahid tampak kompak mengenakan baju putih dan kopiah hitam, sambil mengacungkan telunjuk ke atas pose yang kerap menjadi simbol keimanan dan persaudaraan.
Unggahan itu sontak menarik perhatian publik karena muncul tepat saat Abdul Wahid tengah diperiksa oleh penyidik KPK usai OTT yang dilakukan di lingkungan Dinas PUPR Riau, Jalan SM Amin, Pekanbaru, Senin (3/11/2025) malam.
Namun yang paling mencuri perhatian bukan hanya momennya, melainkan curahan hati panjang UAS yang menyertai unggahan tersebut.
Dalam tulisannya, dai asal Asahan itu menuturkan kisah perjalanan hidup Abdul Wahid yang disebutnya sebagai sosok sederhana dan pekerja keras sejak muda.
“Anak yatim. Di Simbar, kampung di Indragiri Hilir. Dikirim ibunya mondok ke Canduang. Lanjut kuliah di Fakultas Tarbiyah, UIN Suska Riau. Jadi kuli bangunan untuk biaya kuliah. Numpang di kantor PKB,” tulis UAS dalam unggahan itu.
Ia juga mengisahkan bagaimana sahabatnya itu meniti karier politik dari bawah hingga akhirnya dipercaya rakyat memimpin Riau.
“Punya duit, kenal dengan anak gadis, baru kenal dua bulan, dia pinang sendiri, nikah. Duduk di DPR Provinsi Riau dan DPR RI. 2019 kami keliling Indragiri Hilir, malang melintang sampai Jakarta,” lanjut UAS.
Menurut UAS, pada tahun 2024 Abdul Wahid sempat menyampaikan niatnya untuk kembali ke Riau meski sudah hidup nyaman di Jakarta.
Ketika UAS menanyakan alasannya, sang sahabat menjawab bahwa ia ingin membangun Riau dan membantu masyarakat kecil.
“Saya tanya, ‘Untuk apa jadi Gubernur?’ Dia jawab, ‘Saya mau bangun Riau. Masih banyak orang susah, Ustaz.’ Saya dukung, tapi ini 16 poin yang mesti disetujui: buat Islamic Centre, beasiswa anak berprestasi, insentif guru mengaji, penyelenggara jenazah, dan seterusnya,” tulis UAS.
UAS menyebut, pada Agustus 2024 keduanya sempat berkeliling dari Rokan Hilir hingga Indragiri Hilir, menemui masyarakat dan menyerukan politik yang bersih.
“Bersih. Jangan main duit,” tegas UAS.
Menutup unggahannya, UAS menyampaikan dukungan dan doa bagi sahabatnya yang kini sedang menghadapi gelombang besar dalam dunia politik.
“Laut politik dengan angin kencang, karang tajam, dipukul ombak, dihempas gelombang. Sebagai sahabat, saya support dan mendoakan. Semua orang berkumpul untuk memudaratkanmu tidak akan mampu, kecuali memang sudah takdir Allah. Pena takdir sudah terangkat, kertas takdir sudah kering,” tulisnya, mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi.
Unggahan UAS tersebut menuai banyak reaksi warganet.
Sebagian menilai, momen itu adalah bentuk dukungan moral dan spiritual dari seorang sahabat di saat Abdul Wahid tengah menghadapi ujian berat.(*)





