INGATLAH – Semangat evaluasi dan pembenahan mengalir deras di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat.
Segera setelah menyelesaikan kiprah di ajang PON Beladiri II 2025 di Kudus, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sumbar langsung tancap gas.
Mereka kini mematangkan strategi baru yang ambisius demi meraih prestasi gemilang pada PON 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tim di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Sepri, segera menggelar serangkaian rapat pascakembali dari Kudus.
Rapat lanjutan diadakan di Kantor KONI Sumbar pada Jumat (31/10/2025), sebagai bagian dari rangkaian pembahasan program strategis yang sebelumnya telah dirancang setelah kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) atlet dan pelatih.
Prestasi Harus Berbasis Data dan Sinergi Kuat
Rapat pematangan program strategis ini turut dihadiri oleh Dewan Penasehat KONI Sumbar, Prof. Syahrial Bakhtiar.
Mantan Ketua KONI Sumbar dua periode itu memberikan masukan penting untuk memperkuat arah pembinaan atlet Ranah Minang.
Prof. Syahrial Bakhtiar menekankan dua pilar utama dalam pembinaan prestasi: objektivitas dan kolaborasi.
“Pembinaan atlet harus berbasis data dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Sistem promosi dan degradasi atlet pelatda juga harus objektif agar motivasi dan daya saing tetap tinggi,” ujar Prof. Syahrial Bakhtiar.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antara induk organisasi dan cabang olahraga (cabor).
“Tidak ada prestasi besar tanpa kerja sama yang kuat antara KONI dan cabang olahraga. Semua pihak harus bergerak dengan visi yang sama, fokus pada peningkatan kualitas atlet dan pelatih,” tambahnya.
Finalisasi Monev dan Desain Pelatda 2026
Sementara itu, Septri menegaskan bahwa rapat ini merupakan fase krusial dalam konsolidasi dan percepatan program kerja Binpres.
Pembahasan yang melibatkan Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KONI Sumbar ini difokuskan pada persiapan fondasi awal menuju empat tahun mendatang.
“Kami sedang memfinalisasi laporan Monev, menyusun sistem promosi-degradasi atlet pelatda 2026, serta merancang koordinasi dan verifikasi calon atlet binaan KONI Sumbar 2026. Semua ini bagian dari upaya menyiapkan fondasi kuat menuju PON 2028,” jelas Septri.
Ia menambahkan, semangat tim Binpres adalah memastikan proses pembinaan atlet berjalan terukur, transparan, dan berorientasi pada pencapaian tertinggi.
“Target kita bukan hanya lolos, tapi juga berprestasi di PON 2028 nanti,” tegasnya, menggarisbawahi ambisi KONI Sumbar. (*)





