INGATLAH.COM – Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Pada ajang Special Olympics Asia Pacific Badminton Competition 2025 yang berlangsung di Stadium Juara, Bukit Kiara, Kuala Lumpur, 17–20 September 2025, tim Merah Putih sukses meraih total 11 medali, terdiri dari 3 perak dan 8 perunggu.
Dua atlet asal Kabupaten Kampar, Riau, yakni Fitra Ramadhan dan Harianto Febrian, turut mencatatkan kontribusi penting dengan menyumbangkan tiga medali perunggu dari nomor tunggal putra dan ganda putra.
Adapun raihan medali perak Indonesia dipersembahkan oleh:
Hetda Lena (tunggal putri)
Hetda Lena–Nurul Izati (ganda putri)
Nurhaliza–Risalah Nanda Habibah (ganda putri)
Sementara tambahan medali perunggu datang dari:
Nurhaliza (tunggal putri)
Nurul Izati (tunggal putri)
Nouval Fathir Alcaesar (tunggal putra)
Rizky Ramadani (tunggal putra)
Nouval Fathir Alcaesar–Abdull Jabbaar Kareem (ganda putra)
Ketua SOIna Kabupaten Kampar, Yusneli, mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas pencapaian tersebut.
Ia menilai, prestasi para atlet tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga menjadi kebanggaan khusus bagi masyarakat Kampar.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan pencapaian ini. Terutama kontribusi Fitra Ramadhan dan Harianto Febrian yang berhasil menyumbangkan tiga medali perunggu. Prestasi ini menjadi kebanggaan Kampar sekaligus Indonesia,” ujar Yusneli, Minggu (21/9/2025).
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kampar yang konsisten memberikan dukungan penuh bagi atlet SOIna.
“Kami berterima kasih kepada Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, dan Wakil Bupati Misharti, yang selalu mendukung perjuangan atlet hingga bisa berkiprah di level Asia Pasifik,” tambahnya.
Dukungan serupa datang dari Anggota DPRD Kampar, Eko Sutrisno, yang hadir langsung di Malaysia untuk memberikan semangat.
Ia menilai keberhasilan Fitra dan Harianto menjadi momentum penting untuk memotivasi atlet disabilitas intelektual lainnya di Kampar.
Prestasi ini menjadi catatan manis bagi Indonesia sekaligus bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi di pentas internasional.(*)





