BeritaUtama

Gerhana Matahari Parsial Tak Tampak di Indonesia, Fenomena Langit Terakhir di 2025

×

Gerhana Matahari Parsial Tak Tampak di Indonesia, Fenomena Langit Terakhir di 2025

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM  – Gerhana Matahari sebagian (parsial) akan kembali menghiasi langit pada Minggu, 21 September 2025.

Meskipun menjadi fenomena langit yang menarik, gerhana kali ini sayangnya tidak dapat diamati langsung dari wilayah Indonesia.

Fenomena ini merupakan bagian dari musim gerhana yang terjadi setiap sekitar enam bulan, dan menjadi gerhana terakhir pada tahun 2025.

Jadwal dan Wilayah yang Terkena Gerhana

Gerhana Matahari sebagian terjadi saat Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi, namun tidak sepenuhnya menutupi cakram Matahari. Akibatnya, Matahari akan terlihat seperti “tergigit” oleh bayangan Bulan.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem Melanda Beberapa Wilayah Riau, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Fenomena ini hanya dapat disaksikan dari sebagian wilayah di belahan Bumi selatan, terutama Selandia Baru, Australia bagian timur, dan beberapa negara kepulauan di Pasifik Selatan.

Beberapa kota yang dapat menyaksikan gerhana ini dengan cakupan parsial yang bervariasi antara lain:

  • Christchurch, Selandia Baru – 69,15% cakupan
  • Macquarie Island, Australia – 70% cakupan
  • Auckland, Selandia Baru – 60,79%

Sayangnya, BMKG mengonfirmasi bahwa posisi geografis Indonesia tidak memungkinkan untuk mengamati jalur gerhana kali ini.

Cara Menyaksikan Gerhana Secara Online

Bagi masyarakat Indonesia dan wilayah lain yang tidak berada di jalur gerhana, Anda tetap bisa menikmati fenomena ini melalui siaran langsung daring. Beberapa platform yang menyiarkannya secara langsung termasuk:

  • Time and Date Live Streaming
  • NASA TV
  • Space.com
Baca Juga  BMKG: Cuaca Ekstrem di Sumbar Berpotensi Picu Bencana Hidrometeorologi

Pastikan untuk mengikuti jadwal siaran sesuai waktu lokal agar tidak terlewat.

Meskipun tidak terlihat dari Indonesia, gerhana Matahari sebagian pada 21-22 September 2025 menjadi momen penting dalam kalender astronomi.

Peristiwa ini diperkirakan dapat disaksikan oleh sekitar 16,6 juta orang di seluruh dunia. Bagi para penggemar astronomi, ini adalah momen yang patut dicatat dan disaksikan secara virtual. (*)