Pekanbaru

Polisi Segera Panggil Terlapor Kasus Penganiayaan Pria Gendong Bayi di Depan Sekolah As-Shofa

×

Polisi Segera Panggil Terlapor Kasus Penganiayaan Pria Gendong Bayi di Depan Sekolah As-Shofa

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru memastikan segera memanggil terlapor kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pria yang tengah menggendong bayi di depan Sekolah As-Shofa, Kecamatan Payung Sekaki.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (23/8/2025) itu sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra, mengungkapkan perkara ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Kasus ini sudah naik sidik,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Berry menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap terlapor untuk dimintai keterangan.

“Pemanggilan akan dilakukan dalam waktu dekat, kemungkinan satu atau dua hari ke depan,” jelasnya.

Baca Juga  Dari Kebun ke Ketahanan Pangan, Polisi Hadir Dampingi Petani di Rumbai Barat

Sejauh ini, penyidik juga sudah memeriksa empat orang saksi yang berada di lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan warga, insiden bermula ketika korban berinisial RS merasa tersenggol mobil pelaku saat berjalan di Jalan As-Shofa.

Sebagai bentuk teguran, RS mengetuk bodi mobil. Namun, tindakan itu justru memicu emosi pelaku.

Pelaku kemudian turun dari kendaraan, mendorong, hingga memukul RS.

Akibat aksi tersebut, bayi yang digendong korban terjatuh ke jalan. Situasi memanas sehingga warga dan guru di sekitar sekolah turun tangan untuk melerai.

Dalam video berdurasi satu menit yang beredar di Instagram, pelaku bahkan sempat mengaku memiliki keluarga yang bertugas di kepolisian.

Baca Juga  RBR Siap Gemparkan Mancanegara, 13.079 Siap Berlari di Bumi Melayu

Ucapan itu justru memancing emosi warga yang menyaksikan kejadian.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, RS resmi melaporkan peristiwa itu ke Polresta Pekanbaru pada Selasa (26/8/2025).

Ia berharap laporan segera ditindaklanjuti, mengingat insiden itu tidak hanya melukai dirinya, tetapi juga dikhawatirkan menimbulkan trauma pada anaknya.

Tindakan pelaku yang dinilai membahayakan keselamatan balita ini memicu kecaman luas dari warganet.

Banyak pihak menyayangkan sikap arogan pelaku dan mendesak aparat kepolisian menuntaskan kasus tersebut secara adil.(*)