INGATLAH.COM – Program revitalisasi satuan pendidikan yang menjadi prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan progres signifikan.
Dari total target 13.834 sekolah, hingga kini sudah 11.179 sekolah resmi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kemendikdasmen.
Jumlah tersebut mencakup 1.260 PAUD, 3.903 SD, 3.974 SMP, dan 2.042 SMA.
“Berdasarkan data yang kami himpun, diperkirakan akhir September ada 12 sekolah yang rampung. Oktober nanti kami optimistis lebih dari 800 sekolah selesai pembangunan fisik, dan akhir tahun seluruh target bisa terpenuhi,” kata Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Gogot Suharwoto dalam keterangan tertulis, Kamis (11/9/2025).
Hingga 8 September 2025, Ditjen PAUD Dikdasmen telah menyalurkan dana tahap I sebesar 70 persen dari total pagu bantuan ke 9.595 sekolah.
Sementara tahap II sebesar 30 persen akan dicairkan setelah progres pembangunan fisik mencapai 70 persen.
Selain revitalisasi, pemerintah juga membangun 67 unit sekolah baru (USB), terdiri atas 37 PAUD dan 30 SMA. Seluruh pembangunan fisik ditargetkan selesai pada Desember 2025.
Program ini dijalankan dengan skema swakelola, sebagaimana diamanatkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Ada tiga terobosan penting yang membedakan dengan program sebelumnya:
1. Pengelolaan langsung oleh Kemendikdasmen, bukan Kementerian Pekerjaan Umum.
2. Dana disalurkan langsung ke rekening sekolah dan dikelola secara transparan dengan melibatkan masyarakat.
3. Pembangunan ditangani Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) bersama tenaga teknis profesional.
“Swakelola sebenarnya sudah dikenal lebih dari 20 tahun melalui kerangka Manajemen Berbasis Sekolah. Kini sekolah diberi kewenangan penuh untuk merancang, membelanjakan, membangun, sekaligus mempertanggungjawabkan anggaran secara akuntabel. Model ini juga menggerakkan perekonomian warga sekitar,” jelas Gogot.
Kemendikdasmen memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu selama revitalisasi berlangsung.
Guru tetap fokus pada pembelajaran, sementara seluruh urusan administrasi pembangunan ditangani P2SP.
Dengan capaian ini, pemerintah optimistis program revitalisasi sekolah rampung sesuai jadwal.
Hasilnya diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.(*)





