Berita

Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Bupati Agam Jadikan Masjid Pusat Pembinaan Anak

×

Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Bupati Agam Jadikan Masjid Pusat Pembinaan Anak

Sebarkan artikel ini

INGATLAH –  Masjid, sebagai pusat peribadatan umat Islam, didorong untuk memiliki peran yang lebih besar. Bupati Agam menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat perlindungan dan pendidikan anak.

Pernyataan ini disampaikannya dalam acara sosialisasi “Masjid Ramah Anak” yang berlangsung di Masjid Al Hikmah, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Senin, 8 September 2025.

Menurut Benni Warlis, Bupati Agam, anak-anak adalah amanah sekaligus generasi penerus yang harus dijaga dan dibimbing agar tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan berakhlak.

Ia mengutip ayat suci Al-Qur’an sebagai landasan filosofis, “Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kami-lah yang memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu.” (QS. Al-Isra: 31).

“Ayat ini menjadi pengingat bahwa anak adalah titipan yang harus kita jaga dan lindungi, bukan menjadi korban kekerasan maupun penelantaran,” ungkap Benni Warlis.

Kasus Kekerasan dan Solusi Holistik Melalui Masjid

Bupati Agam mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih sering ditemukan di lapangan, baik dalam bentuk fisik, psikis, maupun sosial.

Oleh karena itu, ia mendorong semua pihak untuk meningkatkan kepedulian dan mengambil langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Baca Juga  Dana Desa Tahun 2025, Pemerintah Pusat Alokasikan Rp100,93 Miliar Untuk Agam

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masjid harus berfungsi lebih dari sekadar tempat ibadah ritual.

Masjid harus menjadi “rumah kedua” bagi anak-anak, yaitu tempat yang aman, nyaman, dan berfungsi sebagai pusat pembinaan akhlak serta ilmu pengetahuan.

Konsep ini sejalan dengan beberapa program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam:

  • Bangkik dari Surau: Program ini menjadikan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda, memastikan mereka tumbuh dalam suasana yang penuh kasih sayang dan pendidikan akhlak.
  • Nagari Creative Hub berbasis Masjid: Program ini bertujuan mengubah masjid menjadi ruang kreativitas bagi remaja, mencakup bidang agama, keterampilan, literasi digital, hingga pengembangan bakat.
  • Sawah Pokok Murah: Program ini mendukung ketahanan ekonomi keluarga, sehingga anak-anak dapat tumbuh dalam suasana yang sehat dan harmonis, bebas dari tekanan ekonomi yang sering menjadi pemicu kekerasan.
  • Mencetak 100 Entrepreneur Muda: Program ini dirancang untuk menyiapkan generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing, agar tidak sekadar menjadi penonton atau korban dari pengaruh negatif zaman.
Baca Juga  Maulid Nabi di Padang, ASN Diharapkan Jadi Teladan dalam Menghidupkan Masjid

Melalui program-program ini, Pemerintah Kabupaten Agam berupaya menciptakan ekosistem yang komprehensif.

Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pengembangan ekonomi, dan kreativitas, yang semuanya bertujuan untuk melindungi dan membimbing anak-anak menuju masa depan yang lebih baik.

“Melalui integrasi program ini, kami ingin mewujudkan Kabupaten Agam sebagai lingkungan yang ramah anak. Mereka harus terlindungi dari kekerasan, memiliki ruang untuk berkembang, serta kesempatan untuk berkarya,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga aparat pemerintahan agar bersatu menjadi benteng perlindungan bagi anak-anak.

“Melindungi anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas Benni Warlis.

Bupati berharap, gerakan masjid ramah anak mampu menjadi tonggak lahirnya kesadaran bersama.

“Jika masjid kita jadikan basis perlindungan dan pendidikan, insya Allah akan lahir generasi Agam yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, sehat, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (*)