BeritaPekanbaruRiau

Perkembangan Positif Penanganan Karhutla di Riau: 1.156 Hektare Lahan Telah Dipadamkan

×

Perkembangan Positif Penanganan Karhutla di Riau: 1.156 Hektare Lahan Telah Dipadamkan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

Berbagai upaya pemadaman dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi, termasuk dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BMKG, dan unsur TNI-Polri.

Gubernur Riau, Abdul Wahid didampingi Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan di Mapolda Riau menyampaikan semua pencapaian ini atas sinergi BPPD, jajaran Polda Riau, dan Korem 031/Wira Bima dan OPD terkait.

“Hingga 25 Juli 2025, total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 1.156 hektare. Kami atas nama pemerintah Provinsi Riau mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak,” ujar Abdul Wahid, Sabtu, (26/7/2025).

Tidak hanya itu, ia juga menyoroti, berdasarkan pantauan patroli udara hari ini, titik api sudah banyak yang padam, terutama di wilayah Rokan Hulu dan Rokan Hilir yang menjadi titik hotspot terbanyak di Wilayah Provinsi Riau.

“Di lokasi tersebut telah dilakukan modifikasi cuaca (TMC) dengan menaburkan 21.000 kilogram garam untuk mempercepat pembentukan awan hujan dan Alhamdulillah dua hari ini turun hujan,” katanya.

“Selain itu, sebanyak 900.000 liter air telah disiramkan menggunakan helikopter water bombing ke lokasi-lokasi terdampak,” tambahnya.

Baca Juga  Api Lahap Gudang Karton di Pasbar, Kerugian Rp300 Juta

Saat ini, operasi pemadaman masih berlangsung, baik melalui darat maupun udara. Terdapat dua pesawat UMC, dua helikopter patroli, dan lima helikopter water bombing yang siaga untuk penanganan karhutla di berbagai wilayah.

Ia juga mengungkapkan rasa bersyukur dalam pelaksanaan UMC sangat efektif dan dua hari terakhir turun hujan cukup deras yang membantu membasahi lahan dan mengurangi kebakaran.

“Kini tinggal proses pendinginan di beberapa lokasi,” jelasnya.

Sementara, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan KLHK, Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum, turut mengapresiasi respons cepat dan kolaborasi erat antar-lembaga dalam penanggulangan karhutla di Riau.

 

“Atas nama Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sinergi yang luar biasa antara Pemprov Riau, Polda, Korem, BPPD, masyarakat peduli api, relawan, dan seluruh mitra di lapangan,” ungkap Dyah.

 

Menurutnya, kondisi asap di wilayah Riau, khususnya di Reog, sudah mulai menipis dan bahkan di beberapa titik sudah tidak terdeteksi lagi.

 

Berdasarkan data terbaru, terdapat 14 titik panas (hotspot), namun setelah pengecekan, hanya 10 titik yang dikategorikan sebagai hotspot berintensitas sedang, yang biasanya tidak mengakibatkan kebakaran serius. Saat ini, KLHK terus melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Baca Juga  Simbol Perang Terhadap Narkoba, Polresta Pekanbaru Resmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba

 

KLHK juga telah menurunkan Tim Gabungan Manggala Agni di Rokan Hilir yang berjumlah 118 personel. Tim ini terdiri dari berbagai opsi, termasuk personel dari Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

 

“Tim kami terus bekerja di lapangan. Hingga hari ini, sudah terdapat delapan lokasi yang dikonfirmasi masih dilakukan pemadaman,” ungkapnya.

1.Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan

2. Desa Bay Jaya, Kecamatan Kempas Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir

3. Desa Bangko Bakti, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir

4. Desa Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir

5. Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar

6. Desa Jambi Makmur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak

7. Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar

Terakhir Kelurahan Bagan Keladi, Kota Dumai.

Terakhir, ia menegaskan, selain penanganan teknis, KLHK saat ini tengah memperbaiki tata kelola pengelolaan hutan, khususnya terkait pengawasan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH).

“Kami berharap kolaborasi yang telah dibangun ini akan terus terjaga dan diperkuat. Kami juga akan terus memperbaiki tata kelola agar kebakaran hutan bisa diminimalisasi,” tutup Dyah Murtiningsih.