Berita

SBY, Presiden ke-6 RI yang Awalnya Kepala Pengamat Militer PBB

×

SBY, Presiden ke-6 RI yang Awalnya Kepala Pengamat Militer PBB

Sebarkan artikel ini
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia. (Foto: Instagram @aniyudhoyono)

Jakarta – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, lahir di Pacitan, Jawa Timur, pada 9 September 1949.

Ia merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan memimpin selama dua periode berturut-turut, dari 2004 hingga 2014.

Putra tunggal pasangan R. Soekotjo, seorang purnawirawan Letnan Satu, dan Sitti Habibah, putri dari salah satu pendiri Pondok Pesantren Tremas, SBY dikenal luas sebagai figur dengan latar belakang militer yang cemerlang dan berprestasi.

Mengikuti jejak sang ayah, SBY masuk AKABRI pada 1970 dan lulus sebagai lulusan terbaik pada 1973.

Ia pun menerima penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama. Karier militernya terus menanjak dengan berbagai penugasan strategis, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga  Pertama di Sumbar, PKK Padang Panjang Cetak Sejarah Lewat Persami Mandiri

Pendidikan Militer dan Pengalaman Internasional

SBY memperkaya pengetahuan militernya melalui pelatihan dan pendidikan di luar negeri, termasuk di Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat, serta Fort Leavenworth, Kansas.

Ia juga sempat mengikuti pelatihan di Panama, Belgia, Jerman, dan mengikuti kursus komando di Bandung.

Pada 1995, SBY dipercaya menjadi Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer) di Bosnia Herzegovina. Ia bertugas memantau gencatan senjata pascaperang Yugoslavia berdasarkan kesepakatan Dayton.

Karier Militer Menanjak

Sejak awal kariernya sebagai Komandan Peleton di Yonif Linud 330 Kostrad pada 1974, SBY menunjukkan dedikasi luar biasa.

Ia kemudian menjabat Danbrigif Linud 17 Kujang I/Kostrad, Asops Kodam Jaya, hingga Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro. Ia juga pernah menjadi Pangdam II/Sriwijaya dan Kepala Staf Teritorial ABRI.

Baca Juga  Pemotongan Dana Rp500 Miliar 2026, Pemko Padang Desak OPD Aktif

Selain itu, ia sempat bertugas di Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad), menyusun pidato dan menjadi Koordinator Staf Pribadi Pangab Jenderal Edi Sudradjat.

Penghargaan dan Prestasi

Sepanjang 27 tahun karier militernya, SBY meraih puluhan penghargaan bergengsi. Di antaranya:

  • Bintang Kartika Eka Paksi Pratama (1999)

  • Bintang Yudha Dharma Pratama (1999)

  • Bintang Maha Putera Utama (1999)

  • Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF) (1996)

  • Wing Penerbang TNI AU dan Wing Kapal Selam TNI AL (1998)

  • Doktor Honoris Causa dari Universitas Keio, Jepang (2006)

  • Bintang Asia dari BusinessWeek (2005)

SBY juga dikenal sebagai tokoh berbahasa lisan terbaik pada 2003 dan dianugerahi Darjah Kerabat Laila Utama oleh Sultan Brunei. (*)