INGATLAH – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Polsek Senapelan menggelar lomba seni bertajuk “Polri untuk Masyarakat”, Kamis malam (19/6/2025).
Bertempat di kawasan bersejarah Rumah Singgah Tuan Kadi, Jalan Perdagangan, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, ajang ini memperlombakan pantun, syair, puisi, dan cipta lagu yang mengangkat tema kedekatan Polri dengan masyarakat.
Acara berlangsung semarak dengan kehadiran para tokoh penting, di antaranya Kabag Sumda Polresta Pekanbaru Kompol Suratman mewakili Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmad Mustika, jajaran Pejabat Utama Polresta Pekanbaru, serta para Kapolsek se-kota Pekanbaru.
Turut hadir juga Kapolsek Senapelan AKP Akira Ceria, tokoh masyarakat Kampung Bandar Syahriyal, ketua panitia Juli Usnan, serta para peserta dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, AKP Akira Ceria menyampaikan harapannya agar lomba ini menjadi wadah untuk melahirkan generasi muda yang cinta budaya.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menggugah semangat anak-anak muda untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui ajang ini, kita ingin menemukan talenta baru yang bisa memberi warna dalam dunia seni, khususnya di Pekanbaru,” ujarnya.
Menurut AKP Akira, pelestarian adat dan budaya lokal adalah hal penting agar identitas daerah tidak luntur di tengah perkembangan zaman.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan waktu,” tambahnya.
Lomba dimulai dengan pembukaan, pembacaan doa, serta pemaparan teknis perlombaan. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan para peserta secara berurutan, dimulai dari lomba puisi, pantun, syair, hingga cipta lagu.
Suasana malam itu penuh semangat dan antusiasme, dengan para peserta tampil maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas.
Pemenang dari masing-masing kategori akan diumumkan pada malam puncak peringatan HUT Bhayangkara ke-79 pada Sabtu, 21 Juni 2025, dan yang terbaik akan mendapatkan kehormatan tampil secara langsung di acara puncak tersebut.
Ajang ini tidak hanya menjadi bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang apresiasi terhadap seni dan budaya lokal yang tumbuh dari masyarakat sendiri.(*)





