INGATLAH – Ketekunan dalam menekuni hobi menggambar membawa Rudini Asrat (35) merintis usaha batik yang kini mulai dikenal luas.
Berbekal keterampilan dan dorongan dari kegemarannya, pria asal Padang Panjang ini mendirikan Batik Asrat, sebuah usaha yang lahir dari ide kreatifnya sejak tahun 2023.
“Awalnya hanya hobi menggambar. Lama-lama saya merasa bisa menjadikannya sebagai peluang usaha, maka lahirlah Batik Asrat,” ujar Rudini saat ditemui tim Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perdakop UKM), Sabtu (14/6/2025).
Dengan dukungan dari Disperdakop UKM, Rudini memulai usahanya dari nol. Bantuan yang diberikan berupa pelatihan hingga penyediaan tempat usaha di gerai Senja Kenangan turut memperkuat langkahnya dalam mengembangkan karya batik.
Karya batik buatan Rudini mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Desain yang ia tuangkan di atas kain tidak hanya diminati warga lokal, tetapi juga pelanggan dari luar daerah. Beberapa pesanan bahkan datang dari Pulau Jawa dan Pekanbaru.
“Kalau di Sumatera Barat, pelanggan datang dari Bukittinggi, Tanah Datar, dan tentu saja Padang Panjang,” ungkapnya.
Motif batik yang diciptakan disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Ada yang memilih motif hewan, bunga, hingga motif khusus lainnya sesuai selera pemesan.
Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Disperdakop UKM, Azani Maizuar, menyebut bahwa usaha Batik Asrat merupakan salah satu contoh wirausaha yang tumbuh berkat pendampingan pemerintah.
Promosi melalui media sosial turut membantu mengenalkan produk ini ke khalayak lebih luas.
“Asrat mampu mengembangkan usahanya dari hobi menjadi sumber pendapatan. Ini membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi kekuatan ekonomi,” kata Azani.
Ia berharap Batik Asrat terus berkembang dan karya-karya Rudini mampu menembus pasar nasional, bahkan internasional. (*)





