Berita

Pendekatan Persuasif Jadi Andalan Dirlantas Polda Sumbar Lawan Balap Liar

×

Pendekatan Persuasif Jadi Andalan Dirlantas Polda Sumbar Lawan Balap Liar

Sebarkan artikel ini
Dirlantas Polda Sumbar, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, AKBP Reza Chairul Akbar Sidiq. (Foto: Istimewa)
Dirlantas Polda Sumbar, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, AKBP Reza Chairul Akbar Sidiq. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Angka kasus balap liar di Sumatera Barat (Sumbar) khususnya di Kota Padang dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata.

Menurutnya, turunnya angka kasus balap liar ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dengan program zero tawuran dan balap liar.

“Iya, tercatat dalam beberapa waktu terkahir angka balap liar menurun, itu termasuk buah dari program zero tawuran dan balap liar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, AKBP Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan bahwa keberhasilan ini hasil dari aktivitas rutin jajaran kepolisian di lapangan.

Baca Juga  Anak Terlibat Tawuran dan Balap Liar, Psikolog: Cabut KIP, PKH dan BLT

“Kita dahulukan aktivitas yang persuasif di lapangan, meskipun ada represifnya,” ujar Reza saat hubungi, Jumat (30/5).

Lebih jauh, Reza memaparkan bahwa dari sisi preventif, pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, komunitas, dan kelompok masyarakat.

Edukasi serta imbauan diberikan khususnya kepada pihak-pihak yang dinilai rentan menjadi pelaku maupun korban balap liar dan tawuran.

“Kami masuk ke sekolah, komunitas, memberikan pemahaman, menyampaikan risiko, dan mengingatkan agar mereka tidak terlibat balap liar atau tawuran,” jelasnya.

Selain itu, patroli rutin dan penjagaan di lokasi rawan juga terus dilakukan. Petugas mengatur lalu lintas sekaligus memantau titik-titik yang sering dijadikan arena balap liar, terutama pada malam hari.

Baca Juga  Rapat Perdana 2026, Sekretariat DPRD Sumbar Perkuat Sinergi dengan Tim Ahli

Namun, Reza menegaskan, apabila upaya persuasif dan preventif tidak berhasil dan pelanggaran sudah terjadi, maka penegakan hukum akan tetap diberlakukan.

“Kalau sudah terjadi, mau tidak mau harus dilakukan penindakan terhadap para pelaku balap liar maupun tawuran,” katanya.

Namun ia kembali menegaskan bahwa petugas akan lebih mengedepankan pendekatan yang persuasif, sementara penegakan hukum itu di garda belakang.

“Yang kami kedepankan memang pendekatan persuasif. Penegakan hukum itu posisinya garda belakang, sedangkan preemtif dan preventif menjadi prioritas kami,” tegas Reza. (*)