BeritaUtama

Korban Pelecehan oleh Oknum Guru di SMA 1 Sungai Geringging Ungkap Kronologi

×

Korban Pelecehan oleh Oknum Guru di SMA 1 Sungai Geringging Ungkap Kronologi

Sebarkan artikel ini
Korban pelecehan oknum guru di SMA 1 Sungai Geringging. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru terhadap seorang siswi SMA Negeri 1 Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, kini mencuat ke publik.

Korban mengungkapkan kejadian tersebut melalui sebuah video yang diunggah di TikTok oleh akun @matarakyatsumbar.id, Rabu (14/5) kemarin menceritakan secara detail kronologi pelecehan yang dialaminya.

Menurut keterangan korban, oknum guru tersebut melakukan tindakan tidak senonoh sebanyak dua kali sejak Oktober 2024.

“Awalnya biasa-biasa saja, mulai didekatkan, kemudian ponsel saya diambil dan dia mencatat nomornya sendiri. Dari situ, dia mulai berkomunikasi dengan saya,” ujar siswi tersebut dalam video pengakuannya dikutip Kamis (15/5).

Korban menceritakan, kejadian pertama terjadi saat jam istirahat sekolah. Saat itu, ia bersama seorang temannya baru saja membeli jajanan di kantin. Tiba-tiba, guru tersebut memanggilnya dan meminta temannya untuk pergi.

Baca Juga  Bejat! Sedari Usia 10 Tahun, Anak Kandung Dilecehkan oleh Ayah dan Kakaknya di Siak

“Pas tinggal kami berdua, barulah kejadian itu terjadi. Ia mulai meraba saya,” ungkapnya.

Menurut korban, ia sempat memberontak, namun pelaku menenangkannya dengan alasan tidak ada yang melihat.

Beberapa waktu setelah kejadian tersebut, korban dipanggil oleh wali kelas dan dibawa ke ruang Bimbingan Konseling (BK).

Di sana, ia diinterogasi terkait isi komunikasi antara dirinya dan sang guru.

“Saya sempat ditanya apakah kasus ini mau diselesaikan atau dilanjutkan. Saya bilang ingin melanjutkan, tapi guru tersebut bilang lebih baik dihentikan saja dengan cara memblokir nomor WhatsApp dan Instagram miliknya,” kata korban.

Baca Juga  Tampang Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Bocah 5 Tahun di Cilegon, Ini Kronologinya

Sementara itu, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini. Namun, ratusan siswa SMA 1 Sungai Geringging menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (14/5/2025) untuk menuntut kejelasan hukum terkait dugaan pelecehan tersebut.

Para siswa juga menilai pihak sekolah tidak adil dalam menangani kasus ini, sebab korban justru dikeluarkan dari sekolah, sementara pelaku masih aktif bekerja.

“Korban dikeluarkan, pelaku masih bekerja. Di mana keadilan?” teriak Ikbal, seorang siswa yang berorasi dalam aksi tersebut sambil membawa spanduk tuntutan agar kepala sekolah segera dicopot.

Kasus ini masih menjadi sorotan publik dan menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang serta sekolah terkait. (*)