INGATLAH – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menunjukkan kepeduliannya terhadap korban terkaman buaya dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada keluarga almarhum Sukriadi (56), warga Muaro Simpang, Nagari Koto Sawah, Kecamatan Lembah Melintang.
Bupati Pasaman Barat Yulianto, didampingi Wakil Bupati M. Ihpan, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa salah seorang warganya.
“Atas nama Pemkab Pasaman Barat kami menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini,” ujarnya saat menyerahkan bantuan langsung di Lembah Melintang, Sabtu.
Peristiwa tragis ini terjadi saat Sukriadi tengah mencari ikan di Sungai Batang Rosak, Kecamatan Koto Balingka, Sabtu (26/4) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Setelah pencarian selama lima hari oleh tim gabungan, potongan tubuh korban akhirnya ditemukan pada Kamis (1/5) sore di aliran sungai yang sama.
Bupati Yulianto juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar lebih waspada terhadap kemungkinan serangan hewan liar, terutama buaya yang kini semakin sering muncul ke permukaan.
“Kita harus menjaga keselamatan, bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak agar tidak bermain di sekitar sungai,” tegasnya.
Ia menambahkan, meskipun buaya merupakan satwa liar yang dilindungi, keselamatan warga tetap harus menjadi prioritas. “Wilayah kita termasuk rawan buaya.
Oleh karena itu, para pencari ikan di sungai diharapkan selalu waspada dan tidak lengah,” kata Yulianto.
Pada kesempatan itu, Pemkab Pasaman Barat menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan makanan siap saji.
Bantuan tersebut meliputi beras 10 kilogram, minyak goreng 2 kilogram, gula 1 kilogram, teh 1 kotak, mie instan, makanan anak, telur ayam, dan makanan siap saji.
Sebelumnya, bantuan tahap pertama juga telah disalurkan melalui Dinas Sosial dengan komposisi serupa.
Camat Lembah Melintang, Syaiful, yang turut hadir dan mewakili keluarga korban, mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah.
“Ini bukan hanya musibah, tapi juga menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih berhati-hati ke depannya. Meski banyak warga menggantungkan hidup dari sungai, keselamatan tetap harus diutamakan,” tuturnya. (*)





