INGATLAH — Bocah berusia 10 tahun bernama Erlangga, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Simpang Kalumpang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (16/4/2025) sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa jasad korban ditemukan setelah pencarian intensif selama dua hari oleh tim gabungan.
“Korban ditemukan sekitar pukul 15.50 WIB di koordinat 0°50’17.72″S – 100°19’32.49″T, sekitar 200 meter dari titik terakhir ia terlihat,” ujar Malik.
Kronologi kejadian bermula saat Erlangga bermain di tepi sungai bersama teman-temannya pada Selasa (15/4/2025) sore, sekitar pukul 16.30 WIB.
Ia diduga terpeleset dan terjatuh ke sungai, lalu hilang terbawa arus. Informasi awal diterima SAR Padang dari warga bernama Mahadi Fani pada pukul 16.45 WIB.
Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur seperti Basarnas, Polairud, Brimob, BPBD, PMI, dan warga setempat dikerahkan.
Mereka membagi kekuatan ke dalam tiga tim penyelamat (SRU) dengan strategi pencarian darat dan penyisiran sungai menggunakan perahu karet serta alat bantu Aqua Eye.
“Metode pencarian ini mencakup jarak 1 kilometer menyusuri aliran sungai. Tim juga menggunakan peralatan lengkap, termasuk Rescue Car, perahu karet, peralatan medis, dan komunikasi,” jelas Abdul Malik.
Setelah korban ditemukan, jasadnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk penanganan lebih lanjut.
Seluruh unsur yang terlibat kemudian mengikuti debriefing dan kembali ke satuan masing-masing.
Abdul Malik menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama dalam menjaga anak-anak saat berada di dekat sungai atau perairan terbuka lainnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat menghindari aktivitas di sekitar sungai saat musim hujan karena meningkatnya debit air bisa sangat berbahaya.
Kantor SAR Kelas A Padang juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika terjadi keadaan darurat. Layanan darurat bisa dihubungi melalui nomor nasional 115, telepon (0751) 484534, atau ponsel 0813-7700-0115. (*)





