INGATLAH.COM – Seorang pengguna platform X berbagi kisah tentang kehidupannya bersama suami yang meminta menggadaikan mahar pernikahan berupa cincin nikah mereka (30/7).
Padahal, usia pernikahan mereka baru berjalan 2 minggu pada bulan Maret lalu.
Dikutip dari postingan akun @mickeybucin atau inisial SA.
“Menurut kalian, wajar nggak seorang suami ngomong begini ke istrinya? Baru 2 minggu menikah, suami sudah minta gadai mahar cincin nikah,” tulisnya.
Dalam tangkapan layar pesan dengan suaminya, terlihat suaminya mengucapkan hal yang menyakitkan hati. Dengan nada memaksa dan kata-kata kasar, suaminya meminta uang kepada SA.
“Saya menyesal pernah menikah dengan orang yang salah, nggak bisa mikir ya laki-laki seperti itu,” tulis suaminya dalam pesan WhatsApp tanpa memikirkan perasaan SA.
Meskipun dengan berat hati, SA tetap menggadaikan cincin pernikahan mereka. Suaminya yang tidak sabar semakin memakinya dan mengatakan sudah siap jika SA mengadukan masalah ini pada orang tuanya.
Dari hasil menggadaikan cincin nikah, ia hanya mendapatkan 500 ribu rupiah dari nilai asli 4,5 juta rupiah.
SA sangat kesal dengan pembagian yang tidak adil ini karena suaminya belum pernah memberikan nafkah sepeser pun selama mereka menikah.
SA juga bercerita bahwa gaji kerja suaminya mencapai 4 juta rupiah per bulan. Saat itu, ia juga bekerja sebagai guru honorer sebelum diminta untuk berhenti. Hingga akhirnya, ia memilih untuk melarikan diri pada bulan Mei.
“Ketika saya mencari pekerjaan tambahan membantu tante saya, dia selalu menuduh saya selingkuh. Bahkan ketika saya di rumah pun, dia menuduh saya membawa pria ke rumah kontrakan,” tulisnya.
Dia juga menjelaskan alasan akhirnya melarikan diri dari tempat tinggal bersama suaminya.
Tak hanya tentang suaminya yang meminta menggadaikan cincin nikah, SA juga mengungkap bahwa suaminya sering berjudi. Padahal, SA rela tinggal di kontrakan murah demi menghemat pengeluaran.
Hal ini juga menjadi alasan SA melarikan diri. Selama tinggal di kontrakan tersebut, suaminya sering memaki dan menuduhnya selingkuh setiap kali pulang kerja.
SA pernah mengadukan masalah ini kepada mertuanya, namun mertuanya justru menutup mata dan menyuruh SA untuk sabar menghadapi suaminya.
SA juga mengaku bahwa jika ia mengadukan hal ini pada orang tuanya, mertuanya akan menyuruhnya diam.
Kini, SA sudah tinggal bersama orang tuanya, namun belum bisa mengurus perceraian ke pengadilan agama karena ketentuan di kotanya tidak memungkinkan mengajukan perceraian jika usia pernikahan masih 3 bulan.
Curhatan SA ini menarik simpati netizen yang membaca ceritanya. Banyak yang geram mengetahui kelakuan suami SA yang membuat mereka merasa prihatin.
“Tidak wajar, dengan dia ngomong ‘kita sudah nggak ada status lagi’ itu sudah talak, baru awal juga nikahnya, lebih baik kasih tahu orang tua kamu, kak,” tulis akun X @fxbulous yang menganggap perkataan suami SA sudah berarti talak.
“Ngomongnya kasar, nggak bisa kasih nafkah, banyak utang juga. Serius nanya kak, sebelum nikah pacaran dulu atau baru kenal langsung nikah?” komentar akun X @threadshopee yang geram dengan kelakuan suami SA.
“Kebiasaan, finansial belum bagus tapi nyuruh istri resign,” tulis @sereinpsitruism, yang tidak setuju dengan pilihan suami SA. (*)





