BEKASI – Persija Jakarta tengah berada dalam momentum positif jelang laga kontra Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (9/3/2025) pukul 20.30 WIB.
Skuad Macan Kemayoran berambisi melanjutkan tren kemenangan usai menaklukkan PSIS Semarang dengan skor 2-0 pada laga sebelumnya.
Pelatih Persija, Carlos Pena, menegaskan bahwa timnya telah memanfaatkan jeda singkat untuk menjaga kondisi fisik para pemain agar tetap prima menghadapi duel sengit ini.
“Persiapan kami berjalan baik, meskipun waktu yang tersedia sangat singkat karena baru bertanding dua hari lalu. Kami bekerja keras untuk memulihkan kondisi pemain agar siap tempur menghadapi Arema,” ujar Pena dalam konferensi pers sebelum laga.
Meski memiliki modal kemenangan di putaran pertama dengan skor 2-1 atas Arema, Pena tetap mewaspadai potensi ancaman dari tim lawan.
Strategi matang dan kekompakan tim menjadi kunci bagi Persija untuk kembali meraih hasil maksimal.
Sayangnya, Persija harus tampil tanpa dukungan langsung dari Jakmania akibat sanksi tanpa penonton.
Pena mengakui bahwa absennya suporter menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
“Bermain tanpa suporter adalah kerugian besar bagi kami. Suasananya pasti berbeda, lebih dingin, dan motivasi pemain bisa terpengaruh. Jakmania selalu menjadi kekuatan tambahan bagi kami di kandang,” ungkapnya.
Namun, ia menegaskan bahwa tim harus mampu mengatasi situasi ini dengan menampilkan performa maksimal.
“Kami harus memberikan lebih dari 100 persen. Biasanya, dukungan suporter menyumbang 20 persen energi tambahan bagi kami, dan sekarang kami harus menemukannya dari dalam diri sendiri,” tambah Pena.
Dalam laga ini, Persija masih belum bisa diperkuat oleh bek andalannya, Ondrej Kudela, yang mengalami cedera pinggang.
Absennya pemain asal Republik Ceko itu tentu menjadi tantangan bagi lini pertahanan Macan Kemayoran.
Meski begitu, dengan semangat tinggi dan strategi yang telah dipersiapkan, Persija optimistis dapat mengamankan tiga poin dan terus menjaga tren kemenangan mereka di BRI Liga 1 2024/2025.





