Gaya Hidup

Museum Bengkulu, Menelusuri Sejarah dan Budaya

×

Museum Bengkulu, Menelusuri Sejarah dan Budaya

Sebarkan artikel ini
Museum Bengkulu [Foto: Kemendikbud]
Museum Bengkulu [Foto: Kemendikbud]

INGATLAH.COM – Museum Bengkulu, atau yang juga dikenal sebagai Museum Negeri Bengkulu, merupakan tempat penyimpanan berbagai koleksi benda bersejarah dan adat budaya dari berbagai suku di Bengkulu.

Museum ini menyajikan koleksi pakaian pengantin dan adat, alat rumah tangga, senjata tradisional, bentuk rumah adat, serta tulisan huruf Ka Ga Nga.

Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi peninggalan dari masa prasejarah, mulai dari zaman batu hingga perunggu.

Tak hanya itu, Museum Bengkulu juga menyimpan berbagai peninggalan kerajinan kain tenun khas Bengkulu, termasuk kain tenun masyarakat Enggano serta aneka motif kain Besurek yang memiliki nilai seni tinggi.

Sejarah Museum Bengkulu

Museum Bengkulu mulai dibangun pada tahun 1978 dan diresmikan oleh Drs.

Baca Juga  Ramalan Cinta Zodiak 15-21 Juli 2024, Perjalanan Hati Libra hingga Pisces

GBPH Poeger pada tanggal 3 Mei 1980.

Awalnya, museum ini berlokasi di Benteng Marlborough.

Namun, pada 3 Januari 1983, museum ini dipindahkan ke gedung baru yang berlokasi di Jalan Pembangunan Nomor 8, Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Museum Bengkulu buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, kecuali pada hari Sabtu dan Minggu.

Koleksi Bersejarah Museum Bengkulu

Museum Bengkulu memiliki sekitar 126 koleksi naskah kuno, meskipun identitas penulisnya belum diketahui.

Dari jumlah tersebut, sepuluh naskah telah berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Naskah-naskah ini berisi pantun, sejarah, dan wejangan yang telah berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Selain naskah kuno, museum ini juga menyimpan koleksi kain tradisional khas Bengkulu, seperti Kain Besurek.

Baca Juga  3 HP Nokia Nomor 1 dan Terbaik di Tahun 2024

Kain ini memiliki motif menyerupai kaligrafi Arab yang unik, meskipun huruf-hurufnya tidak membentuk kata yang dapat dibaca.

Salah satu koleksi menarik di museum ini adalah mesin cetak Drukkey Populair merek Golden Press, yang dibuat di Amerika Serikat pada tahun 1930.

Mesin cetak ini digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk mencetak “uang merah” atau Oeang Republik Indonesia (ORI), yang dahulu berfungsi sebagai alat tukar resmi di wilayah Bengkulu.

Museum Bengkulu menjadi destinasi wisata edukatif yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin menelusuri sejarah dan budaya Bengkulu.

Dengan koleksi yang kaya akan nilai historis, museum ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang budaya dan peradaban Bengkulu dari masa ke masa. (*)