BeritaUtama

Santri Kelas Akhir KMI Diniyyah Pasia Unjuk Kebolehan dalam Ujian Amaliyah At Tadris

×

Santri Kelas Akhir KMI Diniyyah Pasia Unjuk Kebolehan dalam Ujian Amaliyah At Tadris

Sebarkan artikel ini

 

INGATLAH – Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia kembali menggelar Ujian Amaliyah At Tadris, sebuah tahapan penting bagi santri kelas akhir Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI).

Kegiatan ini menjadi bagian dari ujian akhir KMI yang bertujuan mengasah keterampilan santri dalam mengajar sebelum mereka menyelesaikan pendidikan di pondok.

Pada penampilan perdana, empat santri terpilih mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mengajar mereka di hadapan para guru dan rekan-rekan seangkatan.

Mereka adalah Syarif Hidayatullah (50 Kota), M. Fadlan Muarif (Jambi), Syakila Khairiya EP (Kamang, Agam), dan Rohadhatul Aisy (Pasaman Barat).

Keempatnya diberi tugas mengajarkan materi Mutholaah di lokasi berbeda, dengan penilaian langsung dari empat guru KMI serta seluruh santri kelas enam.

Baca Juga  Pasukan Pengibar Bendera PPM Diniyyah Pasia Sukses Jalankan Tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Dalam ujian ini, para santri menampilkan berbagai inovasi dalam metode pembelajaran. Syarif Hidayatullah memanfaatkan teknologi dengan menerapkan metode pembelajaran berbasis IT, menjadikan materi lebih interaktif dan menarik.

Sementara itu, M. Fadlan Muarif, Syakila Khairiya EP, dan Rohadhatul Aisy memilih pendekatan visual dengan metode gambar dalam pembelajaran bahasa Arab, sehingga materi lebih mudah dipahami oleh para santri.

Keberanian dan kreativitas para santri dalam menerapkan metode pengajaran modern mendapat apresiasi dari Ustaz Fauzan Azim, selaku Kepala KMI.

Ia menyampaikan kebanggaannya atas inovasi yang dilakukan para santri.

“Hal ini selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan saat ini,” katanya.

Baca Juga  PPM Diniyyah Pasia Tekankan Fondasi Ibadah dalam Orientasi Santri Baru Tahun 2025

“Kegiatan Amaliyah At Tadris bukan sekadar ujian formal, tetapi juga menjadi wadah bagi santri untuk mengasah keterampilan mengajar yang akan menjadi bekal mereka di masa depan,” jelasnya.

Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia yang menjalankan Kurikulum KMI berharap bahwa para santri lulusan dapat menjadi pendidik yang berkualitas, inovatif, dan siap berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam.

Dengan adanya ujian ini, para santri tidak hanya diuji dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kemampuan menyampaikan materi dengan cara yang efektif dan menarik.

Hal ini diharapkan dapat membentuk generasi pendidik yang tidak hanya cakap dalam ilmu, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.(*)