Berita

TNI Polri Padamkan 10 Hektare Lahan Terbakar di Siak

×

TNI Polri Padamkan 10 Hektare Lahan Terbakar di Siak

Sebarkan artikel ini
Petugas saat memadamkan api.(ist)

INGATLAH.COM – Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) seluas 10 hektare terjadi di Desak Tasik Serai Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak, Riau. Api nyaris menjalar ke hutan lindung Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil adalah sebuah lahan gambut raksasa yang berkedudukan di Provinsi Riau. Tepatnya di Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak.

Luasnya 705.271 hektare, cagar biosfer ini dideklarasikan UNESCO dalam Man and the Biosphere Programme guna mendukung industri kayu berkelanjutan.

“Iya benar, ada 10 hektare lahan terbakar di sebelah Cagar Biosfer. Beruntung api cepat dipadamkan sehingga tak menjalar ke hutan lindung itu,” ujar Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi, Minggu (28/7).

Baca Juga  15 Anggota Ormas Ditangkap Usai Serang Sonic Car Wash, Kerugian Capai Rp500 Juta

Asep menjelaskan, kebakaran terjadi sejak kemarin pukul 11.00 Wib. Asep memimpin pemadaman bersama puluhan anggotanya memadamkan api hingga hari ini.

“Sekitar lebih dari 40 personel saya bawa ke lokasi agar api padam dan tidak menjalar ke Cagar Biosfer,” kata Asep.

Menurut Asep, pemadaman dilakukan bersama tim gabungan TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan RPK Arara Abadi. Tim masih di lokasi melakukan pendinginan di lahan yang masih menimbulkan asap.

“Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 10 hektare, sampai saat ini masih dalam proses pemadaman dan pendinginan oleh tim gabungan,” jelasnya.

Baca Juga  Makin Parah, Karhutla di Riau Tembus 16 Ribu Hektare

Awal mula api diketahui berdasarkan aplikasi karhutla Dasbor Lancang Kuning. Lahan yang terbakar ternyata milik seseorang bernama Hutagaol.

“Lokasi lahan milik Hutagaol warga Duri Kabupaten Bengkalis. Penyidik Satreskrim masih mencari pemiliknya,” ucap Asep.

Selain dari darat, pemadaman diback up oleh helikopter water bombing karena lokasi cukup jauh. Bahkan, alat berat juga dikirim ke lokasi untuk membantu penyekatan.

“Lokasi cukup jauh dari jalan besar dan banyak binatang buas. Mudah-mudahan api dan asap segera padam,” terang Asep.(MCRiau)